Suasana acara talkshow I Vote vol. 4 yang bertajuk 'Young Voter, Matter'  di gedung PF Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya.  (Foto: Pita/ngopibareng.id)
Suasana acara talkshow I Vote vol. 4 yang bertajuk 'Young Voter, Matter' di gedung PF Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Omah Jaman Now, Suarakan Anak Muda Agar tidak Golput

Ngopibareng.id Omah Jaman Now 12 April 2019 22:38 WIB

Omah Jaman Now berkolaborasi dengan Universitas Surabaya (Ubaya) menghelat talkshow I Vote vol. 4 yang bertajuk 'Young Voter, Matter' acara ini merupakan acara puncak dari serangkaian acara I Vote yang diselenggarakan Omah Jaman Now.

Bertempat di gedung PF Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya), OJN menghadirkan empat narasumber yakni, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Coki Pardede dan Tretan Muslim (stand up comedian) serta Junita Larasati (Public Relation, Omah Jaman Now). Jum'at, 12 April 2019.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam paparannya mengatakan anak muda harus menyuarakan sikap politiknya dalam pemilu serentak pada 17 April mendatang.

Selain itu, Tjahjo juga berharap anak muda menjadi pengerak bagi lingkungan sekitar yaitu, keluarga maupun teman untuk menggunakan hal pilihnya dan jangan menjadi golongan putih (golput).

"Anak muda jangan golput, justru ini saatnya memilih masa depan Indonesia lima tahun ke depan. Ajak keluarga, teman, sahabat untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya," ujar Tjahjo.

Ia juga mengingatkan kepada kaum muda untuk saling menghormati apapun pilihannya. Karena hak pilih merupakan hak demokrasi berpolitik setiap orang.

"Siapapun pilihannya, kesatuan Indonesia tetap yang utama. Mau pilih nomor 01 atau 02 bebas, karena itu merupakan hak demokrasi dalam berpolitik setiap warga Indonesia," tandas Tjahjo Kumolo.

Sementara, Coki Pardede yang hadir sebagai narasumber menceritakan, bagaimana dulu ia menjadi seorang yang golput dan pada pemilu 2019 ini untuk pertama kalinya ia akan mempergunakan hak pilihnya secara benar.

"Ini tahun pertama saya jadi first voters. Sebab saya sadar orang yang ingin mengubah suatu sistem harus masuk pada sistem tersebut. Jadi apabila kita ingin mengubah Indonesia menjadi lebih baik, ya kita harus nyoblos untuk menentukan pemimpin yang terbaik," kata Coki yang akhir-akhir ini getol menyuarakan pendapat politiknya.

Coki menambahkan tak hanya pemilihan presiden, pemilihan calon legislatif (caleg) juga penting. Pasalnya aturan-aturan di daerah juga diinisiasi oleh caleg daerah tersebut.

"Jangan salah, caleg juga penting. Banyaknya aturan-aturan aneh di beberapa daerah juga dipegaruhi bagaimana calegnya. Maka itu pilih caleg dengan benar agar suara masyarakat bisa terwakilkan," tambah Coki.

Hal senada juga disampaikan Junita sebagai perwakilan anak muda dari Omah Jaman Now, Junita menjelaskan acara ini merupakan bentuk partisipasi Omah Jaman Now untuk membantu pemerintah dalam mensukseskan pemilu 2019 tanpa golput.

"Kami sadar bahwa keterlibatan anak muda dalam politik sangat penting. Untuk itu kami membuat acara ini sebagai agenda kami untuk membantu pemerintah mensukseskan pemilu 2019," ujar Junita Larasati.

Ia juga berharap adanya acara ini, membuat anak muda berbondong-bondong menuju TPS untuk menggunakan hak pilihnya dengan cerdas.

"Kalau orang-orang baik tidak menggunakan hak pilih, jangan sampai pemilu jatuh ke orang-orang yang tidak baik. Gunakan hak pilih kalian dengan cerdas agar nantinya kalian punya hak untuk ikut berproses dan sesuai dengan keinginan kalian," imbau Junita. (pit)

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Nov 2020 15:16 WIB

Instruksi Mendagri Tidak Dapat Jadi Dasar Mencopot Kepala Daerah

Hukum

Instruksi Mendagri No. 6/2020 bukan fasilitas untuk mencopot kepala daerah

19 Nov 2020 02:34 WIB

Mendagri Terbitkan Instruksi Copot Kepala Daerah Pelanggar Prokes

Rek, Ojok Angel Tuturane

Instruksi nomor 6 tahun 2020 tentang sanksi kepala daerah pelanggar prokes.

13 Nov 2020 16:15 WIB

Usai Pilkada, 7.460 Pilkades akan Digelar Dua Tahap saat Pandemi

Nasional

Pemerintah akan menggelar 7.460 Pilkades.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...