Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg, Menteri Perhubungan dan Kepala Staf Kepresidenan menerima 4 perwakilan ojek online yang berunjuk rasa,  di Istana Negara  Jakarta, Selasa 27 Maret 2018. (foto: joko susilo/antara)
Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg, Menteri Perhubungan dan Kepala Staf Kepresidenan menerima 4 perwakilan ojek online yang berunjuk rasa, di Istana Negara Jakarta, Selasa 27 Maret 2018. (foto: joko susilo/antara)

Ojek Online Unjuk Rasa, Diterima Presiden di Istana Negara

Ngopibareng.id Nasional 27 March 2018 14:45 WIB

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Staf Presiden Moeldoko menerima perwakilan ojek online daring di Istana Negara Jakarta, Selasa 27 Maret 2018.

Presiden Jokowi menerima empat perwakilan ojek daring pada pukul 13.40 WIB di ruang oval Istana Merdeka. Para perwakilan ojek online atau daring ini langsung mengungkapkan berbagai keluhan kepada Presiden.

Namun karena tidak menggunakan pengeras suara, pembicaraan mereka tidak diketahui namun Presiden dan para menteri serta KSP tampak mendengarkan serius keluhan para pengemudi "ojek online" tersebut.

Sebelumnya, sejak pagi ribuan pengemudi "ojek online" yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan unjuk rasa di seberang Istana Merdeka.

Mereka meminta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong rasionalisasi tarif "ojek online". Para peserta terpantau mengendarai sepeda motornya untuk mengikuti demonstrasi.

Polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup ruas jalan yang berada di depan Patung Arjunwiwaha. Kemacetan juga terlihat cukup panjang dari arah Jalan Kebon Sirih menuju Jalan MH Thamrin. Begitu pula dari arah Jalan Budi Kemuliaan, kemacetan mengular.

Sepeda motor milik massa diparkirkan di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat sehingga kendaraan tak bisa melintas dan dialihkan, hanya transjakarta yang bisa lewat.

Petugas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan demo itu. "Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.

Argo mengatakan massa yang berunjuk menamakan anggota Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia  berasal dari pengemudi ojek daring.

Argo menyatakan petugas siaga mengamankan massa pengunjuk rasa dan mengatur arus lalu lintas di sekitar aksi yang akan berdampak terhadap kepadatan kendaraan. (ant/nas)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Nov 2020 18:22 WIB

Edhy Prabowo Ajukan Pengunduran Diri pada Presiden

Pemerintahan

Edhy Prabowo mengajukan pengunduran diri sebagai Menteri KKP pada Presiden.

23 Nov 2020 10:50 WIB

Presiden Jokowi Minta Seimbangkan Urusan Ekonomi dan Pandemi

Nasional

Presiden minta satgas dan gubernur seimbangkan urusan ekonomi dan pandemi.

16 Nov 2020 18:15 WIB

Presiden Instruksikan Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Rek, Ojok Angel Tuturane

Presiden minta pelanggar protokol kesehatan ditindak tegas.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...