Presiden Joko Widodo memperhatikan bukti obligasi yang masih dimiliki oleh Nyak Sandang. (Foto: Setpres)
Presiden Joko Widodo memperhatikan bukti obligasi yang masih dimiliki oleh Nyak Sandang. (Foto: Setpres)

Nyak Sandang Akhirnya Bertemu Presiden di Istana Merdeka

Ngopibareng.id Nasional 22 March 2018 08:58 WIB
.

Keinginan Nyak Sandang untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo akhirnya terwujud. Presiden menerima Nyak Sandang di Istana Merdeka, Rabu 21 Maret 2018 kemarin. 

Nyak Sandang datang ditemani oleh dua orang anaknya, Maturidi dan Khaidar. Mereka terbang dari Aceh Selasa kemarin.

“Ini Pak Jokowi, Ayah. Dia senang sekali bisa bertemu Presiden,” kata Maturidi menerjemahkan Nyak Sandang yang selama berbincang dengan Presiden menggunakan bahasa Aceh.

Dalam pertemuannya dengan Kepala Negara ini Nyak Sandang pun mengutarakan beberapa permohonan kepada Presiden. Salah satunya mengenai bantuan untuk operasi katarak.

Selain itu, Nyak yang berusia 91 tahun pun meminta agar dibuatkan masjid di kampungnya di Lamno, Aceh. Presiden pun menjawab, nanti akan dikirimkan tim untuk mengecek kondisi di sana.

Permintaannya yang ketiga adalah untuk menunaikan ibadah haji. “Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini, karena sudah tua,” lanjut Maturidi.

Nyak Sandang saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo Foto SetpresNyak Sandang saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Foto: Setpres)

Terkait hal ini, Presiden mengatakan, akan mengupayakannya dan berkoordinasi dengan Menteri Agama. Sambil menunggu kepastian keberangkatan haji, Presiden pun menawarkan untuk umroh terlebih dahulu.

“Mengingat haji kan ada antriannya, nanti saya bicarakan dengan Menteri Agama,” kata Presiden.

Nyak Sandang kemudian menunjukkan bukti obligasi Pemerintah Indonesia tahun 1950 yang dimilikinya kepada Presiden. Hal ini berawal dari tahun 1948 saat Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka. Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara.

Presiden Soekarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.

Di penghujung perbincangan, Nyak Sandang pun berterima kasih kepada Presiden. “Terima kasih Bapak Presiden sudah punya waktu untuk kami,” ungkap Nyak Sandang. (amr)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Nov 2020 10:50 WIB

Presiden Jokowi Minta Seimbangkan Urusan Ekonomi dan Pandemi

Nasional

Presiden minta satgas dan gubernur seimbangkan urusan ekonomi dan pandemi.

22 Nov 2020 08:30 WIB

KTT G20, Jokowi Dorong Akses Vaksin Covid-19 untuk Semua Negara

Nasional

Pertemuan dihadiri secara virtual.

18 Nov 2020 21:45 WIB

108 Usia Muhammadiyah, Presiden Sampaikan Sejumlah Apresiasi

Nasional

Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih kepada kiprah Muhammadiyah di Indonesia.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...