Nurul Andhaini bersama beberapa rekannya memasak makanan untuk dibagi-bagikan secara gratis. (Foto: Asmanu Sudharso/Ngopibareng.id).
Nurul Andhaini bersama beberapa rekannya memasak makanan untuk dibagi-bagikan secara gratis. (Foto: Asmanu Sudharso/Ngopibareng.id).

Nurul Adhaini Menguras Tabungan Demi Membantu Ojol

Ngopibareng.id Feature 18 April 2020 05:00 WIB

Membantu orang lain tidak harus menunggu kaya. Bisa dilakukan kapan saja, sesuai dengan kemampuan. Ini yang menggerakkan hati seorang ibu yang aktif di majelis taklim, Nurul Adhaini.

Ia berbagi nasi kotak dengan pengemudi ojek online (ojol) yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

"Kalau Istana setiap harinya bisa membagikan 3.000 nasi kotak, saya cuma bisa sepersepuluhnya," kata Nurul ketika berbincang dengan ngopibareng.id Jumat 17 April 2020.

Untuk mewujudkan niatnya itu, Nurul harus mengurus tabungan. Saat memasak makanan, ibu tiga anak ini tidak sendirian. Ada ibu-ibu yang tergabung dalam Jumat Barokah ikut membatunya.

"Ada Bu Ninik, Mama Dea, Bu Yos, Mamake. Mereka membantu dengan suka rela tanpa saya minta," cerita Nurul. 

Driver ojol menjadi perhatian karena selama masa PSBB, mereka dilarang membawa penumpang. Praktis mereka akan kehilangan penghasilan.

"Kalau dibandingkan antara penderitaan driver ojol dengan yang kami perbuat, tidak ada apa-apanya. Tapi tujuan kami sekadar memberi dukungan moral kepada ojol bahwa ada orang lain yang ikut merasakan penderitaan yang dialami akibat corona," tutur istri polisi yang tinggal di kawasan Jl Budi Raya Kebun Jeruk Jakarta Barat.

Ketika membagikan nasi kotak dari dalam mobil untuk menghindari kerumunan, Nurul dan para ibu-ibu tetap berpegang pada protokol kesehatan dan PSBB. Mereka rela mendatangi bebarapa titik berkumpulnya para ojol seperti di kawasan Slipi, Rumah Sakit Harapan Kita, Tanah Abang dan RS Pelni.

"Nasi kotak ini saya bagikan secara sporadis untuk mencegah kerumunan," terang Nurul.

Ia pun tak dapat menahan tangis ketika menceritakan fakta dari penderitan ojol yang ia lihat dengan mata kepala sendiri. Di saat mobilnya menepi untuk membagikan nasi kotak, langsung disambut para driver ojol yang 'menganggur' cuma ngongkrong karena belum mendapat orderan.

"Ada beberapa tukang ojek yang mengatakan bahwa nasi kotaknya itu akan dibawa pulang untuk anaknya. Biasanya setiap pulang ngojek ia membawakan buah atau roti untuk anaknya. Tapi untuk sekarang kebiasaan itu tidak bisa dilakukan, karena tidak adanya penghasilan," tutur Nurul.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan kepada masyarakat Indonesia bersatu, bergotong royong dan bebagi kasih di tengah merebaknya Covid-19.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 10:20 WIB

Barcelona Susah Payah Lolos ke Babak 16 Besar Copa del Rey

Liga Spanyol

Mereka sempat dua kali gagal memanfaatkan dua kali penalti.

22 Jan 2021 10:10 WIB

Mahasiswa Unusa Buat Buku tentang Toleransi Beragama di Prancis

Unusa Gateway

Bukunya berisi pengalamannya saat berada di Prancis.

22 Jan 2021 09:50 WIB

UB dan RSSA Kirim Bantuan Tenaga Medis ke Mamuju Sulbar

Pojok Unibraw

Sebut korban masih sulit akses pelayanan kesehatan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...