Ketua PBNU bidang Hukum, Robikin Emhas dalam kegiatan di PWNU Jatim. (Foto; Faiq/ngopibareng.id)

NU Jatim Nyatakan Tetap Bersikap Kritis pada Kekuasaan

Pemerintahan 25 October 2019 04:12 WIB

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengingatkan, siapa pun pemerintahannya akan selalu disikapi dengan kritis. Apalagi, terbukti kekuasaan tidak berpihak pada rakyat.

PWNU Jatim enggan menanggapi pro dan kontra penunjukkan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama oleh Presiden Jokowi.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdussalam Sokhib (Gus Salam) mengatakan, kursi menteri agama adalah hak prerogatif presiden. Untuk itu PWNU Jatim meyakini, siapa saja yang ditunjuk oleh Presiden sebagai menteri adalah orang-orang terbaik.

"Kalau itu baik ya silakan, tapi NU tetap akan kritis siapapun pemerintahnya. Kalau tidak berpihak pada rakyat ya kita kritik," ucap Gus Salam, Kamis 24 Oktober 2019.

PWNU Jatim juga mengajak untuk sama-sama melihat apakah menteri-menteri termasuk menteri agama yang ditunjuk Jokowi bisa bekerja dengan baik atau justru sebaliknya.

Lebih lanjut, jika ada kader atau warga NU yang menyatakan keberatannya terhadap kinerja atau penunjukkan menteri agama tersebut, Gus Salam mempersilakannya untuk menyampaikan langsung ke PBNU.

"Ketika ada apapun protes kabinet langsung kita kanalkan, karena yang bermitra dengan pemerintah pusat itu PBNU. Kami (PWNU) hanya meneruskan aspirasinya," ujarnya.

Adapun sosok menteri agama Kabinet Indonesia Maju, yakni Fachrul Razi menjadi objek perbincangan lantaran disebut tidak punya latar belakang organisasi keagamaan semacam Nahdlatul Ulama.

Bahkan, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) KH Robikin Emhas mengatakan, pihaknya menerima protes dari banyak kiai. Menurutnya, banyak kiai di berbagai daerah merasa kecewa dengan keputusan Jokowi terkait jabatan Menag.

Menurut Robikin, para kiai paham bahwa Kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama.

Namun sayangnya, pemilihan pemimpin Kemenag dinilai tak sesuai dengan yang diharapkan dalam membentengi NKRI dari ajaran radikalisme.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Sep 2020 10:38 WIB

9 Rekomendasi NU Bela Palestina, Didukung Ulama Nusantara

Khazanah

Muktamar ke-33 NU lebih mempertegas sikap pembebasan Al-Aqsha

26 Sep 2020 09:03 WIB

Tajul Muluk, Memulihkan Semangat Kekerabatan yang Terkoyak

As’ad Said Ali

Penghormatan Budaya, Kunci Toleransi Beragama

23 Sep 2020 14:45 WIB

Tunda Pilkada, Kiai Said: Ini Tanggung Jawab Kemanusiaan bagi NU

Khazanah

"Politik bisa ditunda, tapi keselamatan nyawa tak bisa ditunda"

Terbaru

Lihat semua
29 Sep 2020 12:20 WIB

Pilkada Daring

Arif Afandi
29 Sep 2020 12:07 WIB

5 Fakta Pemberontakan PKI di Indonesia

Nasional
29 Sep 2020 11:41 WIB

1.540 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19

Nasional
29 Sep 2020 11:18 WIB

Gwyneth Paltrow Pose Telanjang

Gosip Artis
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...