NU Berkembang di Malaysia, Ini Kesaksian Ustad Ma'ruf Khozin

11 Dec 2018 02:45 Khazanah

"Ajaran Islam ala Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di Malaysia tidak saya ragukan sebagai ajaran mayoritas. Amaliah keseharian yang juga sama dengan di Indonesia dapat dengan mudah Anda jumpai disini."

Demikian kesaksian KH. Ma’ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur, Senin 10 Desember 2018, setiba di Surabaya, setelah melakukan dakwah di negeri jiran Malaysia, beberapa hari lalu. Berikut kesaksian lengkapnya untuk ngopibareng.id:

Warga Indonesia yang berada di Malaysia juga tidak kita ragukan lagi sebagai pengamal Aswaja. Bahkan mereka termasuk yang mempelopori berdirinya Pengurus Cabang Istimewa (Luar Negeri) Nahdlatul Ulama dan sudah menghadiri Muktamar NU ke 30 di Pondok Lirboyo, 1999 silam.

Kini PCI NU Malaysia sudah melengkapi dengan berbagai Badan Otonom, PCI Muslimat, PCI Fatayat, PCI Ansor, PCI Pagar Nusa, KMNU (khusus mahasiswa) dan sebagainya. Saat ini Ketua PCI NU Malaysia adalah Ust Ihyaul Lazib.

"Ajaran Islam ala Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di Malaysia tidak saya ragukan sebagai ajaran mayoritas. Amaliah keseharian yang juga sama dengan di Indonesia dapat dengan mudah Anda jumpai disini."
ASWAJA Kegiaan dakwah di Kuala Lumpur Malaysia Foto mk for ngopibarengid
ASWAJA: Kegiaan dakwah di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: mk for ngopibareng.id)

NU Malaysia 2

Menjadi lebih istimewa bagi saya adalah ada warga Malaysia mendirikan NU sebagai pertubuhan (organisasi) resmi kerajaan Malaysia sejak 2012, di Kuala Lumpur dan Selangor.

Memang presiden pertubuhan NU Malaysia adalah H. Ahmad Rofi’i (paman dari Ust Farmadi Hasyim dari Madura) yang sudah menetap dan menjadi warga negara Malaysia. Lagi-lagi saya tidak ragu dengan keNUan orang Madura meskipun ada di negara lain. Ada pepatah mengatakan “Dimana langit dijunjung, disitu ada tanah yang diinjak oleh orang Madura”.

Semakin terkejut ketika ada banyak warga Malaysia yang aktif di pertubuhan NU Malaysia. Sebut saja kiai muda, Tuan Guru Ahmad Faiz Hafizuddin lulusan Al-Azhar Mesir ini. Beliau lebih NU dari pada saya.

Ketika hadir di malam pertama saat shalawatan di pesantren beliau di daerah Sungai Buloh Selangor, beliau memakai atribut NU mulai dari kepala hingga ujung kaki (songkok NU, jaket NU dan sarung NU). Semoga Allah memberi kesehatan untuk beliau, panjang umur, kemudahan mengembangkan pesantren dan membesarkan NU Malaysia.

NU memang bukan terbatas untuk Indonesia, sebab lambang NU adalah lambang jagat, se-dunia. (adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini