Acara Pentas Seni Anak.

Nonton Pentas Seni Anak di Taman Bungkul, Referensi Akhir Pekan

Entertainment 16 August 2019 08:00 WIB

Akhir pekan ini ngopilovers sudah memiliki rencana untuk bersenang-senang? Kalau belum, yuk nonton pentas seni anak Surabaya. Tak usah keluar duit banyak, cukup datang saja ke Taman Bungkul. Akan ada pentas seni anak yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya pada Minggu 18 Agustus 2019, pukul 08.00 WIB.

Rencananya, pentas seni yang bertajuk “Sawunggaling #Anak Dunia” akan menampilkan kolaborasi seni dari beberapa jenis seni, seperti seni musik, teater, tari, pedalangan, macapat, sastra, topeng, mc Jawa, layang-layang, karawitan, jaranan, reog hingga lukis.

Pentas yang disutradarai Cak Heroe Budiarto ini, merupakan hasil dari penggabungan semua jenis kegiatan seni yang dilakukan di Rumah Kreatif Surabaya.

“Semua jenis itu dikemas menjadi satu kolaborasi yang disuguhkan menjadi tontonan spesial untuk masyarakat. Kira-kira nanti durasinya kurang lebih 80 menit,” kata Kepala Disbudpar Kota Surabaya Antiek Sugiharti.

Menurut Antiek, dengan tema pertunjukan seni ‘Sawunggaling Anak Dunia’, penonton diajak untuk mengenal lebih dekat tentang sosok Sawunggaling atau yang dikenal dengan nama Jaka Berek. Selama ini, Sawunggaling hanya dikenal sebagai seorang satria gagah dan berani yang dilahirkan di Kelurahan Sambikerep, Surabaya.

Dari sosok pemuda yang banyak kekurangan, Sawunggaling tetap memiliki semangat dan keberanian, sehingga mampu bersaing dan meraih keingnannya sebagai Adipati Surabaya.

Oleh karena itu, Antiek berharap, sosok  Jaka Berek atau Sawunggaling ini tidak boleh berhenti sebagai legenda dan cerita rakyat saja, namun bisa menjadi sebuah spirit otentik, karakter lokal budaya Surabaya yang direpresentasikan oleh Sawunggaling.

“Jika di jaman milenial ini, Sawunggaling dibaca sebagai spirit, maka kita harus memiliki semangat belajar keras, berani menghadapi persaingan dengan negara-negara maju lain, tidak ada kata menyerah selain harus bekerja keras untuk menggapai cita-cita,” tutur Antiek.

Antiek menambahkan, Sawunggaling ini adalah sebuah simbol kekuatan lokal dan harapan menembus cita-cita yang mendunia. Maka, dengan penampilan pentas seni kolaborasi ini diharapkan anak-anak Surabaya bisa terus bangkit dan tidak pernah menyerah untuk meraih mimpi.

“Bu Risma selalu ingin anak Surabaya punya spirit pantang menyerah, makanya insya Allah, pentas seni ini bisa memberikan dampak baik untuk semuanya,” pungkasnya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jun 2020 05:57 WIB

Setan Sembunyi

Dahlan Iskan

New Normal di mana-mana sudah berjubel. Nunggu ledakannya.

03 Jun 2020 23:30 WIB

Ada Kejanggalan Dibalik Pemulangan Belasan Warga Kedung Turi

Surabaya

IPSM menduga keputusan gugus tugas yang mbalelo.

03 Jun 2020 22:42 WIB

Surabaya Zona Merah Tua, Pakar Epidemologi: Belum Tentu Buruk

Kesehatan

Kasus tinggi bisa jadi pemerintah berhasil mengungkap di tingkat bawah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...