Bangunan-bangunan indah di Mesir menunjukkan geliat ekonomi yang layak jadi sasaran misi pariwisata Indonesia. Foto:Google
Bangunan-bangunan indah di Mesir menunjukkan geliat ekonomi yang layak jadi sasaran misi pariwisata Indonesia. Foto:Google

Nia Niscaya: Market Wisman Mesir Cukup Menggoda 

Ngopibareng.id Gerak Wisata 22 March 2018 06:29 WIB

Mesir. Wisatawan asal Mesir tumbuh signifikan dari tahun ke tahun. Sebab itu  Kementerian Pariwisata pun memasukkan negeri ini dalam program sales mission.

Branding Wonderful Indonesia pun juga disiapkan untuk menyasar pasar Afrika, khususnya Mesir.

“Perluasan dan penguatan pasar terus dilakukan. Selain Eropa dan belahan lain, kami juga fokus di Afrika, khususnya Mesir. Posisi Mesir sangat penting. Jumlah kunjungan wisatawan Mesir cukup menjanjikan. Kemampuan ekonomi masyarakatnya juga bagus,” Kata Nia Niscaya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata.

Kemenpar menggandeng KBRI Cairo, Mesir. Tujuannya untuk menggelar Fam Trip. Momentum Perjalanan Wisata Pengenalan ini berlaku bagi Travel Agents dan Tour Operators (TA/TO) asal Mesir, 19-22 Maret.

Diikuti oleh 6 orang TA/TO Mesir, Farm Trip dilakukan di Bali. Nia menjelaskan, semua peserta TA/TO merupakan hasil rekomendasi KBRI Cairo.

“Kementerian Pariwisata terus bersinergi dengan KBRI Cairo. Mereka membantu kami mengenalkan eksotismen destinasi pariwisata di Indonesia. Nama-nama yang mengikuti acara ini juga dipilih oleh KBRI Cairo. Sebab, mereka yang lebih tahu detailnya,” jelas Nia.

Selama berada di Pulau Dewata, 6 TA/TO Mesir ini diajak mengunjungi beberapa destinasi. Mereka pun diajak menikmati eksotisnya Ubud, Kintamani, dan Tanjung Benoa.

Berada di kawasan terbaik, mereka juga ikut merasakan aktivitas wisata bahari, site visit ke Royal Pita Maya, hingga spa. Nia menerangkan, kerjasama dengan TA/TO asal Mesir diharapkan semakin berpengaruh positif terhadap wisatawan.

“Para peserta ini sangat menikmati suasana di sini. Kami berharap kerjasama ini bisa menaikan lagi jumlah kunjungan wisatawan Mesir ke Indonesia, khususnya di Bali,” terang Nia lagi.

Bali memang jadi destinasi favorit. Sepanjang 2017, sebanyak 7.894 wisatawan Mesir masuk ke Pulau Dewata melalui Bandara Ngurah Rai.

Selain Bali, Jakarta juga jadi alternatif destinasi dengan jumlah kunjungan mencapai 5.520 wisatawan. Nia pun mengatakan, masyarakat Mesir yang berkunjung ke Bali untuk beragam tujuan.

“Wisatawan Mesir sangat mengenal kondisi destinasi di Indonesia. Mereka juga sering berkunjung ke Bali. Mereka datang ke Bali itu untuk liburan hingga berbulan madu. Yang jelas, promosi gencar sangat efektif hasilnya,” kata Nia.

Upaya keras menguatkan pasar Mesir memang cukup berhasil. Sampai 2017, jumlah kunjungan wisatawan Mesir mencapai 13.610 orang. Jumlah itu tumbuh sangat besar hingga 78,41% dalam 3 tahun terakhir.

Sebab pada 2014, jumlah kunjungan wisatawan Mesin berada pada angka 7.376 orang. Nia pun menambahkan, panorama destinasi pariwisata Indonesia menjadi daya tarik kuat.

“Kondisi Indonesia memang angat berbeda dengan Mesir. Panorama di sini lebih indah dan hijau. Ada hutan hujan tropis, area persawahan, dan curah hujan yang bagus. Kondisi ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Mesir,” lanjutnya.

Berada di Afrika bagian timur laut, Mesir memiliki iklim yang ekstrem dan gersang. Sebagian besar dari populasi masyarakatnya menempati Lembah Nil yang sempit dan Delta Sungai Nil.

Berada di wilayah Gurun Sahara, Mesir memiliki landscape mayoritas gurun dengan beberapa oasis. Nia menjelaskan lagi, agenda Fam Trip diakhir dengan pertemuan TA/TO Mesir dengan pelaku bisnis pariwisata di Bali.

“Nantinya 6 TA/TO dari Mesir akan bertemu dengan industri lokal dalam Networking Dinner. Dari sini, diharapkan ada komunikasi yang baik antar para pelaku bisnis pariwisata. Terutama, dalam penjualan paket wisata baru yang akan dijual atau dipromosikan di Mesir,” tegasnya.

Fam Trip 6 TA/TO asal mesir merupakan rangkaian dari kegiatan promosi. Sebab, setelah itu mereka akan ke Lombok untuk menghadiri acara table top Travel Agent. Digelar 22-25 Maret, para pelaku bisnis dari Mesir ini akan bertemu dengan Lombok Association of Halal Travel Agency (LAHTA).

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap, jumlah kunjungan wisatawan Mesir dioptimalkan.

“Wisatawan dari Mesir memang sangat potensial. Indonesia diuntungkan dengan nature-nya yang luar biasa bagusnya. Aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya pokoknnya luar biasa. Kami berharap ada sinergi positif antara TA/TO Mesir dengan lokal hingga makin efektif untuk mendatangkan wisatawan. Yang jelas pasar Mesir harus dimaksimalkan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 10:30 WIB

HUT RI Saat Pandemi, Kemenparekraf Bikin Lomba Berhadiah Semiliar

Nasional

Peringatan dirayakan di tengah pandemi Covid-19.

30 Sep 2019 23:22 WIB

Desa Wisata harus Tetap Menjadi Desa, Alami, Minimkan Plastik

Destinasi

Para pengelola desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat suntikan moral.

30 Sep 2019 19:07 WIB

Desa Wisata Kertosari Raih Anugerah ISTA dari Kemenpar RI

Ngopibareng Pasuruan

Anugerah Indonesia Sutainable Tourism Award 2019 diselenggarakan setiap tahun.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...