Ngopi di Sini Jadi Lebih Pintar, Ini Keunggulan Kafe Pustaka

22 Apr 2019 18:26 Coffee & Resto

Apa yang ada dalam benak kita jika membicarakan tentang perpustakaan. Tumpukan buku, harus berpakaian rapi, dan yang pasti 'dilarang berisik'.

Di Universitas Negeri Malang (UM) ada sebuah sudut perpustakaan, tempat kita bebas bersenda gurau, berdiskusi, membaca buku, sambil menyeruput secangkir kopi hitam kental.Itulah Kafe Pustaka.

Kafe Pustaka, berdiri sejak Mei 2015. Kafe ini menjadi bagian menarik dari Perpustakaan UM. Perannya tidak lepas juga untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan kampus. Baik itu membaca buku, atau saling bertukar gagasan lewat diskusi.

Profesor Djoko Saryono Kepala Perpustakaan UM Foto fajarngopibarengid
Profesor Djoko Saryono, Kepala Perpustakaan UM. (Foto: fajar/ngopibareng.id)

Profesor Djoko Saryono yang merupakan Kepala Perpustakaan UM adalah penggagas Kafe Pustaka. "Dari ngopibareng.id ya? Kalau gitu ngobrolnya harus sambil ngopi," kata Djoko saat ditemui di ruangannya kemudian mengajak ngopibareng.id ke Kafe Pustaka.

Siang itu kafe terlihat begitu ramai. Ada yang nampak serius mengerjakan tugas kuliah. Ada pula yang sekadar ngobrol santai, dan bermain musik. 

Di salah satu sudut bagian luar, Djoko sudah ditunggu oleh teman-temannya. Tidak hanya dosen, tapi juga mahasiswa. Obrolan juga sangat bernas. "Kafe pustaka ini ruang publik, siapapun boleh ke sini, baik itu civitas akademika UM maupun bukan" ujar Guru Besar Bahasa Indonesia ini.

Baginya, Kafe Pustaka adalah sebuah ruang cipta. Berbagai komunitas epistemik, atau orang-orang dari berbagai latar belakang bisa berkumpul di sini. Tidak heran jika banyak acara yang berkaitan dengan literasi, baik itu bedah buku, hingga pertunjukan musik dihelat di tempat ini.

Sehingga, tidak hanya kopi dan minuman yang menjadi menu sajian Kafe Pustaka. Ada Santap Gagasan, Lahap Isu, Kudap Buku, Kenduri Literasi, Carik Pustaka, Ngemil Baca, dan Seduh Puitika.

Itu adalah nama-nama menu istimewa yang disajikan oleh Kafe Pustaka. "Bukan hanya santapan untuk kebutuhan fisik melainkan juga kebutuhan logis ada" ujar Prof Djoko.

Mahasiswi sedang berdiskusi di Kafe Pustaka Foto fajarngopibarengid
Mahasiswi sedang berdiskusi di Kafe Pustaka. (Foto: fajar/ngopibareng.id)

Karenanya jika kita mampir ke Kafe Pustaka, tertulis sebuah pantun di papan yang berbunyi Sudah tak ada sumur di ladang/Lalu siapa yang menumpang mandi/Cobalah berpikir panjang/Kita cari sambil ngopi. Kemudian diikuti dengan slogan khas berbunyi sembari ngopi membangun literasi.

Kafe Pustaka juga memiliki banyak koleksi buku menarik bisa dibaca di tempat. Buka dari Senin sampai Sabtu, bisa menjadi alternatif ngopi santai dan menambah ilmu. (fajar dwi ariffandhi)

Reporter/Penulis : Fajar Dwi Ariffandhi
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini