Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan (kanan) didampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat menunjukkan tersangka dan barang bukti penjualan menggunakan akun palsu di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Surabaya, Selasa 21 Januari 2020. (Foto: Fariz/ngopibareng.id)

Ngaku Keluarga Jokowi, Polisi Tangkap Penjual HP

Kriminalitas 21 January 2020 17:34 WIB

Aparat Kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur berhasil menangkap satu orang pelaku penjual HP dengan menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan keluarga Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Adalah Mohammad Mirza, berusia 27 tahun, asal Kabupaten Probolinggo yang berhasil diringkus aparat di rumahnya.

Diketahui bahwa Mirza telah melakukan kegiatan ini sudah setahun dengan harapan agar memperlancar proses penjualan yang ia lakukan.

"Proses yang dilakukan adalah jual beli barang elektronik jenis handphone. Prosesnya benar dalam menjual barang, namun modusnya agar memperlancar proses penjualan mengaku keluarga besar istana maupun pejabat penting," ungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat menunjukkan tersangka dan barang bukti di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Surabaya, Selasa 21 Januari 2020.

Mantan Kapolres Purwakarta itu, menyebut modus operasi yang dilakukan Mirza yakni mencari data NIK dan Kartu Keluarga melalui Google. Kemudian, tersangka mencari gambar sehingga ditemukan banyak gambar KTP orang. Data tersebut, ia gunakan untuk mengisi administrasi ketika mendaftar registrasi SIM card yang ia gunakan sehingga tidak terlacak dengan namanya.

"Nomor SIM Card tersebut digunakan untuk membuat akun WhatsApp bisnis yang digunakan untuk jualan HP online dengan mengatasnamakan keluarga besar istana maupun pejabat penting," jelasnya.

Anak Jokowi melalui akun Twitter kaesangp memberikan klarifikasi tidak pernah jualan HP Anak Jokowi melalui akun Twitter @kaesangp memberikan klarifikasi tidak pernah jualan HP

Dalam aksinya, ada beberapa nama yang dibawa agar meyakinkan pembelinya, seperti, Jokowi selaku Presiden, kemudian Kaesang Pengarep anak dari Jokowi, kemudian Marzuki Alie serta Tjahjo Kumolo.

Karena itu, aparat akhirnya menjerat dengan pasal 35 juncto pasal 51 ayat 1 Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Sementara itu, tersangka Mirza mengakui kesalahannya karena telah membawa nama keluarga Presiden dan beberapa pejabat. Karena itu, ia meminta maaf kepada Jokowi.

Ia mengaku bahwa ide menggunakan nama keluarga besar Jokowi dan beberapa pejabat memang untuk memperlancar jualannya.

"Ide dari diri sendiri. HPnya memang benar dikirim hanya prosesnya yang salah," aku Mirza.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Sep 2020 22:49 WIB

Dua Bandar Sabu-sabu Ditembak Mati

Surabaya

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tembak mati dua bandar sabu-sabu.

21 Sep 2020 22:35 WIB

Pertiwi Jatim Beri Bantuan 1.000 APD kepada Muslimat NU Surabaya

Surabaya

Bantuan 1.000 APD kepada Muslimat NU Surabaya.

21 Sep 2020 22:20 WIB

Gerak Cepat Tindak Keluhan Warga, PDIP dapat Apresiasi

Pilkada

Warga mengaku akan memilih PDIP di Pilwali.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...