Neurointervensi, Deteksi Penyebab Stroke Terbaru

13 Sep 2019 20:40 Kesehatan

Ketua Panitia Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi), dr Isti Suharjanti,Sp.S (K) mengatakan penyakit stroke masih menjadi penyakit dengan penyebab kematian tertinggi.

Hingga pertengahan tahun 2019, tercatat ada 88 pasien stroke yang menjalani rawat inap di RS Husada Utama. " "Hampir 80 persen penderita termasuk stroke iskemik, yakni, buntunya pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah ke otak," katanya.

Menurutnya, stroke itu disebabkan dua hal, yakni penyumbatan pembuluh darah dan pecahnya pembuluh darah pada otak. Tentunya, untuk mengetahui harus melalui pemeriksaan yang lengkap.

"Kalau sudah diketahui penyebabnya, dokter yang menaggani akan tahu tindakan apa yang harus dilakukan untuk menanganinya. Tindakan yang tepat tentu akan membuat kondisi pasien membaik baik dengan cepat," katanya usai acara yang di gelar di Surabaya, Jum'at, 13 September 2019.

Saat ini, lanjut Isti, ada metode baru untuk mengetahui penyebab penyakit stroke, yaitu neurointervensi. Neurointervensi ini tindakan diagnosa memasukkan zat bernama kontras untuk mengetahui letak penyumbatan darah atau letak pembuluh darah yang pecah dalam  saraf otak.

Ditambahkan Isti, neurointervensi tidak hanya digunakan untuk tindakan penyakit stroke, tapi juga bisa digunakan pada penyakit neurolagi lainnya, seperti tumor darah. Namun kebanyakan penyakit neurologi dodminasi stroke, sehingga neurointervensi lebih banyak digunakan pada stroke.

"Masyarakat harus diedukasi terkait penanganan stroke. Penanganan stroke itu lebih cepat lebih baik. Kalau ada kejadian mendadak segera dibawa ke rumah sakit sebelum 4 jam dari awal kejadian. Sebab lebih dari 4 jam pemulihannya akan semakin sulit tindakan lanjutannya," ujar Kepala SMF Saraf RS Husada Utama.

Menurut Isti, stroke bisa diketahui dari melalui face, arms, speech, dan time atau dalam bahwa kedokteran sering dikenal dengan istilah FAST.

"Orang kalau face-nya miring, Arms-nya lumpuh, speech-nya tidak lancar maka dia patut segera dibawa ke rumah sakit. Semakin cepat dibawa ke rumah sakit akan semakin mempercepat kesembuhannya," katanya.

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini