Muslimah tampil cantik, maka cantiklah hati dan budi pekertinya. (Foto: Ilustrasi)
Muslimah tampil cantik, maka cantiklah hati dan budi pekertinya. (Foto: Ilustrasi)

Neraka dan Pilihan Ketemu Artis di Akhirat! Ini Penjelasan Ulama

Ngopibareng.id Islam Sehari-hari 05 December 2020 04:41 WIB

Ada seorang aktris berseloroh di dunia maya, belum lama ini. Ia mengatakan, baginya lebih baik masuk ke dalam neraka daripada masuk ke surga. Dengan masuk ke dalam neraka, dia berharap bisa bertemu dengan aktris-aktris top dunia yang sudah meninggal, seperti Michael Jackson.

Sebenarnya, bagaimana hukum mengolok-olok neraka? Begini penjelasan ulama.

"Pernyataan yang dikeluarkan aktris tersebut dapat dikatakan telah mengolok-olok perkara agama serta menganggap ringan siksa Allah di neraka. Sedangkan, orang-orang yang mengolok-olok agama mendapat kecaman keras dari Allah sebagaimana dapat ditemukan dalam beberapa ayat di dalam Al-Quran."

Demikian kata Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustaz Syamsul Hidayat.

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: ‘Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya). Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.’ Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab. ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolokolok?’” (QS at Taubah: 64-65).

Ayat lainnya mengenai larangan mengejek perkara agama diterangkan dalam Al-Quran surah al-Maidah:

“Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang membuat agama mu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS al-Maidah: 57).

Ustaz Syamsul menjelaskan, mengolok-olok perkara agama, termasuk surga dan neraka, adalah perbuatan orang ahlul kitab. Selain itu, mengolok-olok azab neraka juga termasuk menantang Allah. Bisa jadi, dia menilai, orang yang mengolokolok perkara agama telah kehilangan iman dalam harinya.

“Agama itu tidak boleh dibuat main-main. Bisa jadi itu menunjukkan kadar imannya rendah atau bahkan tidak ada lagi dalam hatinya. Tidak lagi memercayai akhirat, tidak percaya balasan yang diberikan Allah,” kata Ustaz Syamsul, dikutip dari Republika.

Ustaz Syamsul menilai hal berbeda dengan pernyataan Rabiatul Adawiyyah. Diketahui, Rabiatul Adawiyyah masyhur mengatakan bila dirinya beribadah hanya karena mengharap imbalan surga maka ia rela dimasukkan ke neraka. Menurut Ustaz Syamsul, ungkapan Rabiatul Adawiyyah itu menunjukkan besarnya kecintaan kepada Allah dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dari ibadahnya.

Sementara itu, redaksi yang diungkapkan sang aktris baru-baru ini sangat jauh berbeda karena dengan jelas menganggap remeh siksaan neraka. Oleh karena itu, Ustaz Syamsul menjelaskan, orang yang telah mengolok-olok perkara agama harus bertobat kepada Allah, terlebih mengolok-olok agama juga termasuk di antara dosa besar.

Syekh Abdurrahman as-Sadi dalam Tafsir as-Sadiy bahkan menyebutkan, orang yang mengolokolok perkara agama, ayat-ayat Al-Quran, dan Rasulullah bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Menurut dia, agama dibangun di atas pengagungan kepada Allah, agama, dan rasul-Nya. Pada sisi lain, UstazSyamsul menjelaskan, bagi seorang Muslim sudah seharusnya menentang dan tidak mendukung orangorang yang mengolok-olok agama.

“Menjadikan orang seperti itu sebagai teman saja tidak boleh, apalagi mendukung, kalau mendukung hukumnya sama seperti orang itu (orang yang mengolok-olok agama),” tuturmya.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Jan 2021 18:40 WIB

Rentetan Bencana, ATC Luncurkan Gerakan Selamatkan Bangsa

Jawa Timur

Gerakan Selamatkan Bangsa sudah berlangsung sejak 18 Januari lalu.

21 Jan 2021 18:30 WIB

Update Corona di Indonesia: Ada Tambahan 11.703 Kasus Baru

Nasional

Kasus baru corona di Indonesia bertambah 11.703.

21 Jan 2021 18:18 WIB

Presiden Perpanjang Penerapan PPKM Jawa-Bali 2 Pekan

Nasional

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...