Pilot Batik Air Djarot Hananto yang pingsan dibawa turun dari pesawat, di Bandara El Tari, Kupang, NTT, hari Minggu kemarin. (Foto:dream)

Negatif Narkoba, Pilot Batik Air yang Pingsan Dalam Penerbangan

Human Interest 18 November 2019 11:10 WIB

Seorang pilot Batik Air, Djarot Hananto mendadak pingsan saat menerbangkan pesawat rute Jakarta-Kupang, hari Minggu kemarin.

Setelah pilot itu sadar, segera dilakukan tes urine siapa tahu ada hal lain yang membuatnya pingsan dalam penerbangan.

Kepala Bidang Himas Polda NTT AKBP Jo Bangun mengatakan bahwa hasil tes urine terhadap Djarot Harnanto negatif narkoba.

"Hasil tes urine yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda NTT kepada yang bersangkutan menunjukkan hasil negatif, " katanya kepada wartawan di Kupang, Senin.

Tes urine dilakukan resnarkoba Polda NTT terhadap pilot tersebut pascadirawat di RS Siloam Kupang.

Ia mengatakan proses pemeriksaan oleh Resnarkoba kepada pilot tersebut dilakukan pada Minggu malam saat pilot tersebut sadar dari pingsannya.

"Pemeriksaan urine dilakukan semalam dan memang hasilnya negatif. Selain itu pilot tersebut diberikan beberapa pertanyaan seputar kejadian tersebut," tambah mantan Kapolres Kupang Kota itu.

Pilot tersebut setelah dirawat di ruang IGD pada malam itu juga langsung dipindahkan ke kamar VIP untuk dirawat lebih lanjut.

Jo Bangun juga menambahkan bahwa Minggu Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin bersama sejumlah perwiranya meninjau langsung kondisi pilot tersebut, terlebih co pilot yang berhasil mendaratkan pesawat saat pilot utamanya mengalami kondisi tak sadarkan diri.

"Dalam kunjungan itu Kapolda hanya menyampaikan terima kasihnya serta apresiasinya kepada pilot yang berhasil menyelamatkan ratusan nyawa penumpang," tambah dia.

Batik Air dipiloti Djarot adalah pesawat jenis Airbus A320 – 200 CEO registrasi PK – LUF yang membawa tujuh kru dan 148 penumpang.

Pesawat lepas landas pada pukul 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan mendarat di El Tari pukul 12.46 WITA.

Pilot Batik Air yang menerbangkan pesawat bernomor ID-6548 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE) mengaku mendadak pusing sebelum mendarat darurat di Bandara El Tari Kupang pada Minggu.

Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) dalam hal ini pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas. Pilot akhirnya mendapatkan pertolongan pertama.

Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing). (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Feb 2020 08:20 WIB

Ini Penjelasan Mengapa Evakuasi WNI di Wuhan Pakai Batik Air

Nasional

Garuda Indonesia tak punya penerbangan langsung dari Jakarta ke Wuhan.

01 Feb 2020 21:45 WIB

Batik Air Mendarat di Wuhan Membawa 30 Tenaga Medis

Nasional

Pesawat dijadwalkan mendarat pukul 19.00 waktu setempat.

01 Feb 2020 18:47 WIB

Pesawat Batik Air Juga Ngandang 14 Hari Usai Evakuasi WNI Wuhan

Nasional

Pesawat tidak digunakan selama 24 hari pasca evakuasi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.