Nazaruddin bebas. (Foto:Antara)
Nazaruddin bebas. (Foto:Antara)

Nazaruddin Bebas. Kok Bisa?

Ngopibareng.id Hukum 17 June 2020 13:43 WIB

Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, telah bebas dari Lapas Sukamiskin Bandung. Dia bebas karena cuti menjelang bebas (CMB), sejak 14 Juni lalu.

Lho, seharusnya kan dia baru bebas tahun 2025?

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris menjelaskan, Nazaruddin mendapatkan remisi 4 tahun lebih. Jadi pembebasan terpidana korupsi proyek Wisma Hambalang itu sudah sesuai dengan ketentuan.

Menurut Abdul, Nazzarudin sudah mendapat beragam remisi sejak tahun 2013 setelah dirinya dipidana. Sejak saat itu, remisi yang didapat Nazaruddin diakumulasikan menjadi total 4 tahun 1 bulan.

"Semua sesuai ketentuan. Yang bersangkutan mendapat remisi sejak tahun 2013," kata Abdul Aris di Bandung, Rabu.

Abdul menjelaskan beragam remisi itu di antaranya remisi khusus hari raya Idul Fitri, remisi umum 17 Agustus, remisi dasawarsa tahun 2015, hingga remisi tambahan donor darah.

Selain itu, katanya, Nazaruddin juga sudah bekerjasama sebagai Justice Collaborator (JC). Menurut dia, JC merupakan salah satu syarat bagi Nazaruddin untuk menerima remisi tersebut.

Sementara itu, pembimbing Nazaruddin dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung Budiana mengatakan sebetulnya Nazaruddin bisa juga mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB).

Hal tersebut harus ditempuh dengan melalui koordinasi antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun KPK tidak memberi rekomendasi PB karena Nazaruddin dinilai sudah mendapatkan remisi yang cukup banyak.

"Sebetulnya dia punya hak untuk PB karena denda sudah dibayar, sudah mendapat JC dari KPK. Kalau tidak salah, tidak diberi rekomendasi PB karena remisi yang didapat sudah cukup banyak," kata Budiana.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu diketahui seharusnya dibebaskan pada tahun 2025 jika sesuai dengan akumulasi pidana yang ia dapat. Namun karena remisi, Nazaruddin bebas melalui cuti menjelang bebas (CMB) sejak 14 Juni 2020 dari Lapas Sukamiskin.

Nazaruddin pada kasus Wisma Atlet Hambalang, terbukti menerima suap Rp4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Setelah divonis hakim, hukuman itu juga diperberat oleh Mahkamah Agung menjadi 7 tahun dan denda Rp300 juta.

Lalu vonis Nazaruddin ditambah 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek yang jumlahnya mencapai Rp40,37 miliar. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Nov 2020 01:30 WIB

Transgender, Millendaru dan Lucinta Luna Beda Sel

Gosip Artis

Terjerat kasus narkoba, Lucinta Luna dan Millendaru beda sel.

24 Nov 2020 00:50 WIB

GOT7 Rilis Lagu Breath Sebelum Launching Album Baru

ngopiK-pop

Single Breath terangkum dalam album Breath of Love: Last Piece.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...