Nasruddin Khoja. (Foto: Ilustrasi)

Nasib dan Asumsi, Kisah Bijak Mullah Nasruddin Khoja

Humor Sufi 01 April 2020 05:38 WIB

Menyetarakan pikiran manusia dengan Kehendak Tuhan adalah pekerjaan bodoh yg memakan waktu. Pengetahuan tentang takdir telah menyita perhatian para Ulama tetapi tetap saja hal yg dihasilkan tak membuat kebanyakan manusia menjadi sadar; bahwa Kehendak Tuhan bekerja sendiri di luar pikiran-pikiran manusia.

"Apa artinya nasib, Mullah ?"

"Asumsi-asumsi."

"Bagaimana ?"

"Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya.

"Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib."

Demikian sepenggal kisah bijak Mullah Nasruddin Khoja.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

15 Aug 2020 12:30 WIB

Angka Kesembuhan Covid-19 di Pasuruan Lebih dari 50 Persen

Ngopibareng Pasuruan

Kali ini ada tambahan 22 pasien covid-19 dinyatakan sembuh.

15 Aug 2020 12:16 WIB

Prediksi Manchester City vs Lyon: Saatnya City Tembus Semifinal

Liga Champions

Dalam dua musim terakhir, City selalu kandas di fase ini.

15 Aug 2020 11:43 WIB

Zwiftaaa, Komunitas Zwifter Perempuan Gowes Bareng Virtual

Gowes Bareng

Pandemi covid-19 para cyclist gower secara virtual.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...