Nasdem Tak Terima Puisi 'Ada Genderuwo di Istana'

13 Nov 2018 20:28 Politik

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem, Effendy Choirie atau Gus Choi tak terima jika sosok genderuwo yang dimaksud dalam puisi Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon 'Ada Genderuwo di Istana' diidentikan dengan Surya Paloh.

Tudingan kepada Surya Paloh itu bermula dari puisi Fadli yang menyebut jika politisi genderuwo itu adalah sosok berewokan. Tudingan itu diperkuat dengan kelakar Ali Mochtar Ngabalin, yang menyebut sosok itu bukan lah dirinya, melainkan Ketua Umum Nasdem tersebut.

Tak terima, Gus Choi pun membantah, politisi genderuwo, dalam benaknya, adalah politisi yang selalu menebar kebencian, ketakutan, menyuburkan pesimisme, dan menebar energi negatif. Sedangkan Surya Paloh menurutnya selalu menunjukan optimisme dalam setiap pidatonya.

"Loh Surya Paloh itu kan pidatonya mengajak masyarakat terus optimis, jangan kemudian berewoknya banyak itu kemudian dianggap begitu, ini soal pikiran," kata dia, di Surabaya, Selasa, 13 November 2018.

Lebih lanjut, Gus Choi menuding logika Fadli Zon sedang dalam kondisi tak baik. Hal itu menyusul pernyataan Presiden Jokowi, yang malah dibuatnya menjadi puisi untuk mengkritik Istana.

"Fadli Zon itu menggunakan logika yang terbalik semua, ketika dia merasa dituduh di sana (oposisi) banyak genderuwo, kemudian dia balik bales justru genderuwonya ada di ini (istana), kan namanya logika yang tidak logis," kata Gus Choi.

Ia meminta agar Fadli Zon dan pihak oposisi lainnya agar tak asal bicara. Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya yang dimaksud genderuwo ini adalah pihak oposisi itu sendiri.

"Mereka (oposisi) genderuwo semua itu, karena semua hal yang dikatakan selalu menakutkan di mata rakyat. Ya mudah-mudahan mereka segera bertaubat dengan pikiran akal dan hatinya yang jernih," kata dia.

Apa yang dilakukan Fadli Zon itu, menurutnya, justru semakin merugikan pihak oposisi. Puisi itu, tambah Gus Choi adalah bukti bahwa kritik yang dilontarkan oleh pihak Fadli selalu tak objektif.

"Boleh mengkritik tapi harus objektif, menjadi oposisi itu bukan asal-asalan, itu merugikan mereka sendiri. Oposisi asal-asalan ngamuk asal-asalan tidak ada yang rasional itu merugikan diri sendiri, itu namanya menggali lubang sendiri," kata dia.

Sebelumnya, Fadli mempublikasikan puisinya yang berjudul 'Ada Genderuwo di Istana' lewat Twitter pada Minggu, 11 November 2018. Penggalan puisi Fadli yang memuat 'genderuwo berewokan' itu adalah sebagai berikut:

Ada genderuwo di istana
seram berewokan mukanya
kini sudah pandai berpolitik
lincah manuver strategi dan taktik

(frd)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini