Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya Prof. Nasronudin dan jajarannya saat menghadiri upacara pelepasan jenazah nakesnya. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)
Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya Prof. Nasronudin dan jajarannya saat menghadiri upacara pelepasan jenazah nakesnya. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

RS Unair Sudah Maksimal Agar Nakes Tak Tertular Covid, tapi...

Ngopibareng.id Jawa Timur 23 July 2020 18:40 WIB

Dunia kedokteran Surabaya kembali berduka. Hari ini, Kamis, 23 Juli 2020 salah satu perawat di Rumah Sakit Universitas Airlangga Unair meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Tenaga kesehatan yang meninggal itu bernama Nova Eka Twenty Putri,S.Kep.,NS. Dia bekerja perawat di Rumah Sakit Universitas Airlangga.

Almarhum Nova merupakan tenaga kesehatan pertama di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya yang meninggal karena Covid-19. Sebelumnya beberapa tenaga kesehatan Rumah Sakit Universitas Airlangga memang sempat terpapar Covid-19. Namun, dengan treatment yang diberikan, mereka sembuh.

Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga Prof. Nasronudin mengatakan, Rumah Sakit Unversitas Airlangga sejak dipilih menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 sudah menyiapkan berbagai upaya agar tidak ada tenaga kesehatannya terpapar.

"Dari segi fasilitas dua gedung terpisah, satu yang untuk Covid-19 dan non Covid-19. Termasuk IGD-nya terpisah. Halaman parkir dan pintu masuk pun juga berbeda," kata Nasron, ditemui di upacara pelepasan jenazah salah satu perawat yang meninggal hari ini.

Sementara untuk fasilitas ruangan kamar perawatan Covid-19, ujar Nasron, dilengkapi dengan CCTV yang bisa berputar hingga 360 derajat untuk mengawasi pasien.

"Untuk ruangan fasilitas perawatan ada CCTV yang bagus lengkap sampai di lantai tujuh bisa berputar 360 derajat bisa zoom. Sehingga itu sangat menguntungkan tata kelola di rumah sakit," kata Nasron.

Artinya, lanjut Nasron, dengan adanya fasilitas tersebut tenaga kesehatan tak perlu mendekati pasien setiap hari. Cukup mengamati pasien dari nurse station. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gerak tenaga kesehatan terhadap pasien agar tidak ada yang tertular.

Selain itu, Rumah Sakit Universitas Airlangga juga mengatur jadwal kerja tenaga kesehatannya. Tujuannya agar mereka mempunyai waktu istirahat yang cukup sehingga dapat menjaga daya tahan tubuhnya. Dalam satu bulan dua minggu nakes bekerja dan dua minggu diliburkan.

"Selama off, nakes juga mendapatkan jatah pemeriksaan swab tes," imbuhnya.

Agar tenaga kesehatan bisa beristirahat saat bertugas juga disediakan domitori di lantai 7 Rumah Sakit Universitas Airlangga.

"Untuk masalah gizi juga kita penuhi, multivitamin, mineral dan sebagainya kami penuhi. Supporting gizi dari dapur juga terus kami lakukan, tak lupa APD lengkap juga kami selalu penuhi," tutupnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 11:23 WIB

Indentitas Peneror Amanda Manopo Terlacak

Gosip Artis

Pelaku teror Amanda Manopo siap-siap diciduk polisi.

28 Feb 2021 10:57 WIB

Hasto: PDIP Syok Nurdin Abdullah Diciduk KPK

Nasional

Sekjen PDIP mengaku syok terhadap OOT Nurdin Abdullah.

28 Feb 2021 10:23 WIB

Sinopsis Insya Allah Sah 2: Usaha Raka Hentikan Aksi Penjahat

Film

Film Insya Allah Sah 2 akan tayang di program Movievaganza Trans 7.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...