Musyafak Rouf: Kalau Hanif Maju, Saya Mundur

05 Nov 2019 09:42 Politik

Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf beberapa waktu lalu sempat menyatakan siap menjadi wakil dari Whisnu Sakti Buana di Pilwali Surabaya 2020 mendatang. Namun seiring berjalannya waktu, niatan itu luntur.

"Gimana lagi, sekarang PDIP saja tidak jelas semua, kenapa harus nunggu, kalau nggak ya kita (PKB) akan cari kader lain dan berangkat dengan partai lain," ucap Musyafak kepada ngopibareng.id, Senin 4 November 2019.

Menurut Musyafak, saat ini PKB telah membuka komunikasi dengan partai lain namun, lagi-lagi ada saja kendalanya.

"Mereka sama aja (parpol lain) bingung tidak memiliki calon (bacawali) yang unggulan. Begini saya perjelas calon itu banyak tapi calon yang serius itu hampir tidak ada," tegasnya.

Dirinya membeberkan bahwa calon yang serius ialah yang memiliki elektabilitas tinggi dan punya 'saku'.

"Punya saku itu gini mereka yang sekarang rame mau bacawali cuma bondho nyalon tok, gamau bikin gerakan apa-apa, masang ini itu tidak mau. Dalam konteks ini dana diperlukan, dan tidak munafik sangu itu diperlukan," jelasnya.

Musyafak menjelaskan alasan dirinya menyebut dana menjadi hal penting. Karena untuk konsolidasi setiap Pilkada, PKB kadang keteteran untuk membayar saksi di TPS.

"Kalau seandainya ada 8000 saksi saja dikalikan Rp200 ribu, itu kan sudah nominal gede sekitar Rp1,6 miliar. Lah sekarang calon buat ngopi bareng aja tidak kuat, apalagi buat modal (Pilwali) akhirnya nanti," terangnya.

Ada salah satu cara menurut Musyafak yang bisa menekan biaya dalam berpolitik. Salah satunya dengan memiliki figur yang kompeten dan punya elektabilitas tinggi.

"Kriteria PKB Surabaya saat ini ingin seperti Pak Hanif, yah minimal mendekati lah. Kalau semisal beliau mau maju, kenapa saya ngotot. Karena dia lebih senior dan mumpuni lebih banyak lebihnya lah daripada saya," katanya.

Meski bukan orang Surabaya, Musyafak yakin grassroot (akar) PKB akan all out mendukung Hanif. 

"Kalau sudah perintah partai, saya yakin semua akan tunduk dan komiten memenangkannya," pungkasnya.

Penulis : Faiq Azmi
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini