Musim Hujan, Pemkot Lakukan Pencegahan DBD

28 Jan 2019 22:45 Surabaya

Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di musim penghujan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan sejumlah langkah pencegahan.  Di antaranya, mengadakan gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, gebyar PSN itu bakal dipusatkan di wilayah Kecamatan Sawahan, Surabaya.

“Saya berharap ini bisa berhenti. Nanti PSN saya akan lakukan mungkin hari Kamis kalau ndak Jum’at, saya adakan gebyar PSN lagi di Kecamatan Sawahan,” kata Risma, Senin 28 Januari 2019.

Alasan dipilihnya Kecamatan Sawahan sebagai pusat gebyar PSN 2019, Risma menyebut, lantaran wilayah tersebut tercatat memiliki jumlah penduduk terbesar di Kota Surabaya. Maka itu, ia ingin agar gebyar PSN kembali dipusatkan di wilayah tersebut.

“Jadi karena itu, tahun kemarin kita adakan di Kecamatan Sawahan, kita menggadakan gebyar PSN, waktu itu kita pusatkan di Islamic Center,” kata dia.

Ia berharap preventif dari gerakan gebyar PSN, bukan hanya sekedar sebuah seremonial belaka, melainkan mengajak masyarakat untuk bergerak bersama memberantas sarang nyamuk.

"Habis gebyar PSN, jajaran Pemkot Surabaya bakal bergerak bersama Bu Mantik (Ibu Memantau Jentik), untuk melakukan pemeriksaan jentik-jentik nyamuk di masing-masing wilayah," kata dia

Selain PSN, langah pencegahan DBD juga sudah dilakukan sejak bulan Desember 2018 lalu, Pemkot Surabaya sudah membuat edaran berupa imbauan kepada masyarakat, agar mewaspadai datangnya penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegypti.

“Sebetulnya saya sudah antisipasi itu, sejak akhir Desember. Jadi hampir tiap sebulan aku buat edaran, dan sudah kita tugaskan untuk camat-lurah menggadakan gebyar PSN di wilayahnya,” kata dia.

Ia juga mengaku, pihaknya telah membuat edaran untuk seluruh kalangan, baik untuk sekolah-sekolah, stakeholder, maupun tempat-tempat ibadah. Dengan begitu, ia berharap, penyebaran penyakit DBD di Surabaya ini bisa berhenti.

“Mudah-mudahan setelah ini berhenti. Saya sudah buat edaran bulan Desember sama Januari 2019,” ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyebut, tahun 2019 sudah ada laporan tiga warga Surabaya yang terserang penyakit DBD.

"Tiga orang itu, masing-masing tercatat sebagai warga Kecamatan Sawahan Surabaya, tapi ndak meninggal, maksudnya sakit,” kata dia.

Risma berharap tiga orang yabg terserang DBD itu tak akan bertambah. Risma pun menegaskan, pihaknya bakal terus mendorong masyarakat untuk bergerak bersama pemerintah memberantas sarang nyamuk.

“Sekarang ada tiga yang sakit. Namun kita kan ndak tahu apakah akan berhenti atau tidak. Karena itu, kita terus dorong untuk ini (gebyar PSN),” kata dia. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini