Pengunjuk rasa berbaring di lantai di depan  lukisan dari abad ke-19 karya Theodore Gericault berjudul “The Raft of the Medusa,” di Museum Louvre, Paris hari Senin 12 Maret 2018. (foto:afp)
Pengunjuk rasa berbaring di lantai di depan lukisan dari abad ke-19 karya Theodore Gericault berjudul “The Raft of the Medusa,” di Museum Louvre, Paris hari Senin 12 Maret 2018. (foto:afp)

Museum Louvre Paris Diprotes Karena Disponsori Perusahaan Minyak

Ngopibareng.id Seni dan Budaya 13 March 2018 12:07 WIB

Museum seni paling terkenal di dunia Louvre di pusat kota Paris, hari Senin 12 Maret kemarin terpaksa mengosongkan dan  mengevakuasi salah satu ruangan yang paling ramai dikunjungi, setelah aktivis lingkungan berpakaian hitam menggelar protes menentang bantuan perusahaan minyak Total untuk museum Paris tersebut.

Belasan pengunjuk rasa berbaring di lantai di depan “The Raft of the Medusa,” sebuah lukisan dari abad ke-19 karya Theodore Gericault yang menunjukkan insiden karamnya kapal fregat angkatan laut Prancis.

Para demonstran masuk sebelum berbaring di depan lukisan itu sambil meneriakkan slogan untuk menentang Total, ungkap wartawan AFP.

Museum Louvre mengonfirmasi pihaknya telah mengevakuasi pengunjung dari ruangan itu selama sekitar 10 menit setelah protes sekitar pukul 0930 GMT.

Kelompok aktivis 350.org., yang mengampanyekan penentangan terhadap penggunaan bahan bakar fosil untuk mendukung energi terbarukan, mengatakan pihaknya menggelar demonstrasi itu untuk “melambangkan korban dari industri minyak tersebut.”


Para pengunjuk rasa berbaring di lantai di depan  lukisan dari abad ke19 karya Theodore Gericault berjudul The Raft of the Medusa di Museum Louvre Paris hari Senin 12 Maret 2018 fotoafpPara pengunjuk rasa berbaring di lantai di depan lukisan dari abad ke-19 karya Theodore Gericault berjudul “The Raft of the Medusa,” di Museum Louvre, Paris hari Senin 12 Maret 2018. (foto:afp)

Kelompok yang sama melakukan protes serupa di Louvre pada Maret tahun lalu di depan patung kuno Yunani, Winged Victory of Samothrace.

Sekitar 30 aktivis meletakkan kain panjang hitam di dasar patung untuk menyimbolkan sungai minyak, mendesak Louvre untuk mengakhiri kerja samanya selama dua dekade dengan Total. (afp/ma)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Oct 2020 09:21 WIB

5 Fakta Manchester United Kalahkan PSG

Liga Champions

Manchester United kalahkan PSG di laga pertama Liga Champions.

11 Oct 2020 13:11 WIB

Jajaran Komisaris dan Direksi PT Danareksa Dirombak Total

Ekonomi dan Bisnis

Menteri BUMN Erick Thohir rombak jajaran komisaris dan direksi PT Danareksa

03 Oct 2020 10:13 WIB

Kain Endek Bali Jadi Bahan Pilihan Christian Dior

Hiburan

Kain Endek Bali jadi bahan pilihan yang dipamerkan Christian Dior di Paris.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...