Almarhum Mung Sriwiyana (kiri) dan almarhum Leo Kristi. (Foto: anis/Ngopibareng)

Mung Sriwiyana Tiada, Personil Terakhir Konser Rakyat Leo Kristi

Tokoh 12 August 2020 19:16 WIB

Musisi yang menggawangi Konser Rakyat itu ada tiga orang, selain Leo Kristi atau Leo Imam Sukarno. Dua yang lain adalah Naniel Khusnul Yaqin dan Mung Sriwiyana.

Dari ketiganya, Leo Kristi meninggal pertama, pada 21 Mei 2017, dalam usia 68 tahun. Disusul Naniel yang meninggal 21 Februari 2020, dalam usia 68 tahun.
Hari ini, Rabu 12 Agustus 2020 pukul 15.15, giliran Mung Sriwijaya meninggal dunia. Dalam usia 65 tahun.

Mung Sriwiyana, bersama Naniel, adalah dua orang yang bergabung dengan Leo, mendirikan Konser Rakyat Leo Kristi. Mereka inilah founders Konser Rakyat Leo Kristi. Setelah itu para pemain dan penyanyi datang dan pergi, silih berganti. 

"Tapi khusus tentang Mung, Leo tidak bisa dipisahkan dengannya. Leo sangat tergantung pada Mung. Istilahnya, keduanya sebelas-dua belas. Sulit dipisahkan, karena Mung adalah pelengkap Leo Kristi. Keduanya lengket, sulit dipisahkan," kata Hare Rumemper, yang sejak muda akrab dengan Mung.

Bukan saja dengan Mung, Hare Rumemper yang aktor juga akrab dengan Leo, dengan Frakky Sahilatua dan dengan Gombloh, para musisi Surabaya yang semua sudah almarhum.

Secara musikal, lanjut Hare Rumemper, Leo bisa ditinggalkan oleh siapapun dalam kelompoknya, tapi dia tidak bisa ditinggalkan Mung.

"Sejak muda, awal tahun delapan puluhan, saya ingat, kalau Leo mendapatkan masalah dalam musik, dia pasti akan meluncur ke rumah Mung yang waktu itu masih berada di Jl. Kalisari Surabaya. Di rumah itulah persoalan musik itu bisa diselesaikan," kata Hare Rumemper, yang puisi-puisinya dinyanyikan Franky Sahilatua pada album-album awalnya.

Mung sendiri mengakui, dirinya juga punya hubungan yang khusus dengan Leo. "Saya itu sama Leo sering kali dibujuki. Atau dikelabuhi. Soal apa saja, termasuk soal duit. Tetapi tetap saja saya tidak bisa dipisahkan dengan dia, begitu juga sebaliknya," kata Mung suatu saat kepada Ngopibareng.

Hari Rumemper bercerita, sore hari ini, ketika membuka Facebook, dia tiba-tiba secara sekilas melihat foto Mung yang sudah lama diposting temannya dari Kota Malang. Di Facebook, Mung memakai akun Mung Leokristi. 

"Melihat foto Mung itu, entah seperti ada yang menyuruh, saya segera cari nomor WhatsApp Mung, dan langsung mengontaknya. Saya terkejut sekali, yang menerima Anita Christina, istrinya, yang langsung menangis. Sambil menangis dia bilang, Masmu barusan gak ada, meninggal dunia. Innalillah....saya gak bisa ngomong apa-apa," kata Hare Rumemper.

"Saya kontak itu mungkin sekitar setengah jam setelah Mung meninggal. Saya segera informasikan ke Facebook berita duka ini. Lama sekali saya tidak kontak dia, tiba-tiba hari ini saya menghubungi dia, tapi ternyata dia baru saja pergi. Mudah-mudahan husnul khotimah," kata Hare Rumemper.

Selamat jalan Cak Mung, sampeyan berangkat menyusul Naniel dan Leo Imam Sukarno. juga Franky Sahilatua dan Gombloh serta yang lainnya. Kematian adalah perpisahan, tapi sekaligus juga pertemuan. (nis)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Sep 2020 10:37 WIB

Mengenal Anosmia Gejala Baru Covid-19

Kesehatan

Anosmia gejala kehilangan indra penciuman bagi pasien Covid-19.

29 Sep 2020 10:19 WIB

Empat Pemain Persebaya Positif Covid-19

Liga Indonesia

Presiden Persebaya, Azrul Ananda menyebut empat pemainnya Covid-19.

29 Sep 2020 10:11 WIB

Diogo Jota, Pemain Baru Liverpool Bantu Tumbangkan Arsenal

Liga Inggris

Diogo Jota, pemain baru Liverpool sumbang gol untuk tumbangkan Arsenal.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...