Kondisi Raya Gubeng yang Ambles pada Desember 2018 lalu ( foto : roesdan/ ngopibareng.id)

Muncul Retakan di Sisi Barat Jalan Raya Gubeng

Surabaya 18 January 2019 17:33 WIB

Jalan Raya Gubeng yang belum bisa sepenuhnya difungsikan sejak tragedi ambles bulan Desember 2018 lalu, dikabarkan kembali mengalami retakan. Lokasi retakan itu tepatnya terjadi di sisi barat Jalan Gubeng.

Hal tersebut dibenarkan oleh pihak Humas Balai Besar Nasional Wahyu P Kuswanda. Menurutnya, di jalan tersebut mulai muncul retakan di beberapa titik area.

Menurut pengamatanya stabilitas Jalan Raya Gubeng tereduksi galian basement di sisi barat, yang belum sepenuhnya terurug, karena adanya penggalian barang bukti. Hal itu lantas mengakibatkan munculnya retakan-retakan di badan aspal.

"Iya akibat ada galian barang-bukti yang tidak segera diurug kembali, stabilitas Jalan Raya Gubeng tereduksi. Terbukti aspal jalan sudah mulai retak," kata Wahyu, Jumat, 18 Januari 2019.

Pihaknya telah melaporkan retakan ini ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera menyurati pihak terkait.

"Komite Keselamatan Konstruksi telah melaporkan kepada Menteri PUPR, untuk menyurati pihak terkait agar segera dilakukan pengurugan kembali galian basement, termasuk pengurugan pada area barang bukti 5m x 5m," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, kewenangan untuk menutup galian barang bukti tersebut adalah kepolisian. Ia juga telah menyurati pihak kontraktor basement tersebut, yakni PT Nusa Konstruksi Engineering (NKE).

"Komite Keselamatan Konstruksi sudah menulis surat ke NKE. Tapi NKE tidak berani menimbun karena otoritas buka police line di area barang-bukti merupakan urusan hukum yang sedang ditangani Polda (Jatim)," kata dia.

Di sisi lain, pelaksana Recovery Jalan Gubeng Yunus dari PT NKE membenarkan jika di badan Jalan Gubeng sisi barat muncul tiga retakan. Masing-masing retakan melintang sepanjang 50 centimeter dengan kelebaran dua milimeter.

Menurutnya retakan itu muncul disebabkan lubang basement belum sepenuhnya tertutup. "Bukan ambles, hanya retak saja. Khawatirnya dari basement yang belum selesai ditimbun semua," kata Yunus.

Retakan itu muncul sejak tiga sampai empat hari yang lalu. Pihaknya pun mengaku dengan cepat melakukan perbaikan sementara di jalan yang mengalami retakan tersebut.

"Tadi sudah langsung diperbaiki, biar air gak masuk nantinya malah merusak pondasinya, makanya segera kita tutup," ujarnya.

 

Seluruh retakan saat ini sudah diperbaiki sementara dengan menggunakan aspal. "Kalaupun diperbaiki hanya untuk nutup aspal, agar air hujan tidak masuk ke dalam tanah di bawah pengerasan aspal," pungkas Wahyu. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Apr 2020 11:33 WIB

Terperangkap Lockdown di India, 731 WNI Jamaah Tabligh Status ODP

Internasional

Angka ODP Virus Corona diperkitakan bertambah

01 Apr 2020 11:31 WIB

Terkena Lockdown, Ribuan TKI di Malaysia Menganggur

Nasional

Pemerintah akan bantu sembako dan proses pemulangan bagi yang ingin pulang

01 Apr 2020 11:15 WIB

F-PKB DPRD Banyuwangi Desak Segera Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Jawa Timur

Supaya bisa mendapatkan penanganan dan pencegahan terbaik.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.