Muncul 3 Bukti Rekayasa Kemenangan Messi di FIFA Awards 2019

26 Sep 2019 18:40 Dunia

Lionel Messi terpilih sebagai pemain terbaik pria FIFA 2019 dalam malam penghargaan The Best FIFA Football Awards 2019 di Teatro Alla Scala, Milan, Italia, Senin 22 September 2019 waktu setempat.

Dengan modal gelar juara Liga Spanyol dan menjadi pemenang sepatu emas Eropa atau pencetak gol terbanyak, Messi menyisihkan Virgil van Dijk dan Cristiano Ronaldo.

Messi yang mengumpulkan 46 poin berhasil unggul atas Virgil van Dijk (38 poin) dan Cristiano Ronaldo (36). Ini merupakan gelar The Best FIFA yang pertama bagi Messi.

Tahun ini merupakan yang ketiga untuk The Best FIFA Football Awards setelah FIFA memisahkan diri dari Ballon d'Or. Pada dua edisi awal secara beruntun penghargaan ini jatuh ke tangan Ronaldo. Sementara tahun lalu Luka Modric meraih gelar pemain terbaik.

Usai upacara penghargaan Messi sempat berfoto diapit Antonella dan dua dari tiga anak mereka. “Ini adalah malam yang istimewa karena saya dapat berada di sini bersama istri dan dua dari tiga anak saya," kata bintang Barcelona itu.

Namun sayang, baru tiga hari menggenggam piala FIFA 2019. Kini muncul bukti-bukti bahwa ada rekayasa atas kemenangan Messi.

Seperti diketahui, ada empat kategori yang menentukan siapa pemenang tahunan dari penghargaan ini.

Voting dari fans di laman resmi FIFA dihitung 25 persen, sisanya dibagi rata masing-masing untuk pelatih dan kapten timnas anggota FIFA serta perwakilan media dari negara tersebut.

Meski terlihat terbuka dengan FIFA juga mencantumkan daftar siapa yang dipilih dari para pemilih, setidaknya ada tiga hal yang mencurigakan.

Pertama, kapten timnas Nikaragua, Juan Barrera, yang kini bermain di klub Real Esteli tersebut menyebut bahwa pilihannya telah direkayasa.

"Semua informasi tentang pilihan saya di #TheBest2019 adalah palsu, terima kasih," tulis Juan Barrera lewat laman twitternya.

Dalam informasi pihak klub itu juga dituliskan bahwa Juan Barrera sangat khawatir karena namanya dicatut sedangkan ia tak berpartisipasi.

"Barrera sama sekali tak memberikan suara dan informasi yang diberikan FIFA tak sesuai kriteria yang ia pikirkan," demikian keterangannya.

Kabar tak sedap juga hadir dari benua Afrika, tepatnya dari negara Sudan. Pelatih timnas Sudan, Zdravko Lugarosic, mengkalim bahwa pilihannya diubah oleh FIFA.

Zdravko Lugarosic sebenarnya memilih Mohamed Salah (posisi 1), Sadio Mane (2), dan Kylian Mbappe (3).

Akan tetapi dalam laporan FIFA tertulis bahwa ia memilih Messi (1), Van Dijk (2), lalu Mane (3).

Zdravko Lugarosic sempat mengambil gambar kertas pilihannya tersebut, yang memang sama sekali berbeda dengan pilihan yang tertera di situs FIFA.

Terakhir, ada pula kabar yang datang dari negara Mohamed Salah, Mesir, dan federasi sepak bola mereka.

Dalam laporan FIFA, tak tampak pilihan dari pelatih dan kapten timnas Mesir, Shawki Ghareeb dan Ahmed El-Mohammadi.

Dalam rilis resmi mereka, PSSI-nya Mesir EFA mengatakan bahwa keduanya sudah memberikan suaranya.

"EFA secara resmi mengirim dokumen itu pada 15 Agustus, empat hari sebelum deadline. Coba tanyakan kepada FIFA mengapa suara tersebut tak diterima," ungkap EFA. Pihaknya mengaku akan melakukan investigasi lanjutan.

Satu-satunya suara dari Mesir adalah dari pihak media, jurnalis bernama Hany Danial, yang memilih Sadio Mane di posisi pertama dengan Mo Salah hanya ada di posisi ketiga.