Muktamar Sastra 2018, Ini Kerinduan Gus Mus pada Nabi Muhammad

20 Dec 2018 04:24 Islam Sehari-hari

Ratusan sastrawan dari seluruh Indonesia mengikuti Muktamar Sastra pertama di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Muktamar berlangsung 18-20 Desember 2018.

KH A Mustofa Bisri dan D Zawawi Imron menjadi daya dorong yang menginisiasi kegiatan ini.
"Muktamar Sastra 2018 adalah sebuah ikhtiar. Satu upaya untuk mendorong gerak bangsa ini agar tidak melulu menjadikan politik dan ekonomi sebagai panglima".

Dalam sesi baca puisi, Gus Mus, panggilan akrab penyair A Mustofa Bisri sempat membacakan sajaknya yang istimewa. Berjudul "Aku merindukanmu, O, Muhammadku". Berikut larik-larik lengkapnya:

"Muktamar Sastra 2018 adalah sebuah ikhtiar. Satu upaya untuk mendorong gerak bangsa ini agar tidak melulu menjadikan politik dan ekonomi sebagai panglima".

Aku merindukanmu, O, Muhammadku.

Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah

Menatap mataku yang tak berdaya

Sementara tangan-tangan perkasa

Terus mempermainkan kelemahan

Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan

Mencari-cari tangan Lembu-wibawahmu

Dari dada-dada tipis papan

Terus kudengar suara serutan

Derita mengiris berkepanjangan

Dan kepongahan tingkah-meningkah

Telingaku pun mendengar merdu-menghibur suaramu

Aku merindukanmu, o, Muhammadku

Ribuan tangan gurita keserahahan menjulur-julur kesana kemari mencari mangsa memakan korban melilit bumi memeras
harapan aku pun dengan sisa-sisa suaraku mencoba memanggil-manggilmu

O, Muhammadku, O, Muhammadku!

Dimana-mana sesama saudara saling cakar berebut benar
sambil terus berbuat kesalahan

Qur’an dan sabdamu hanyalah kendaraan

masing-masing mereka yang berkepentingan

aku pun meninggalkan mereka mencoba mencarimu dalam sepi rinduku

Aku merindukanmu, O, Muhammadku

Sekian banyak abu jahal, abu lahab menitis ke sekian banyak umatmu

O, Muhammadku -selawat dan salam bagimu-

bagaimana melawan gelombang kebodohan dan kecongkaan yang telah tergayakan bagaimana memerangi umat sendiri?

 

O, Muhammadku aku sungguh merindukanmu.

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini