Ketua Komisi Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI, Bunyan Saptomo. (Foto: Ant)
Ketua Komisi Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI, Bunyan Saptomo. (Foto: Ant)

MUI Nilai Kremasi Jenazah Korban Covid-19 di Srilanka Langgar HAM

Ngopibareng.id Nasional 14 January 2021 20:26 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keberatan atas aturan kremasi jenazah seluruh warga Srilanka korban Covid-19, termasuk warga muslim.

Ketua Komisi Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI Bunyan Saptomo menegaskan, ketentuan itu bertentangan dengan keyakinan agama Islam dan hukum HAM internasional.

"Deklarasi Universal HAM PBB pasal 18 menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya," kata Bunyan Saptomo di Jakarta, Kamis 14 Januari 2021.

Kovenan Hak Sipil dan Politik pasal 18 (1) juga menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya.

Menurut Bunyan, setiap negara mempunyai hak untuk membuat peraturan, termasuk peraturan yang terkait pengurusan jenazah korban wabah Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia saat ini.

"Namun, semua negara, termasuk Srilanka, haruslah membuat peraturan pengurusan jenasah korban Covid-19 dengan tetap menghormati hak kelompok agama, termasuk kelompok muslim," ujarnya.

Keberatan itu disampaikan MUI untuk melaksanakan peran himayatul ummah (melindungi Ummat). MUI sebagai wakil umat Islam menyampaikan protes kepada Pemerintah Srilanka yang telah mengeluarkan peraturan tanpa mengindahkan hak asasi manusia (HAM) kelompok agama minoritas, termasuk kelompok muslim.

Komisi HKLNI MUI menyampaikan, pemerintah Indonesia sendiri telah membuat peraturan tentang pengurusan korban covid-19 sesuai dengan agama yang diyakini dan dipeluk oleh warga negara. MUI juga telah menerbitkan fatwa khusus terkait dengan pengurusan jenazah Covid19 ini.

MUI mendesak, agar pemerintah Srilanka membatalkan peraturan yang melanggar HAM tersebut dan mengganti peraturan yang menghormati hak kelompok agama minoritas, termasuk Muslim.

Pihaknya mendesak Pemerintah Srilanka agar melakukan konsultasi kepada kelompok agama minoritas, termasuk Muslim.

"MUI meminta pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri untuk melanjutkan protes MUI yang mewakili concern Umat Islam seluruh Indonesia ini kepada pemerintah Srilanka," katanya. 

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Jan 2021 23:45 WIB

Datangi Asrama Isolasi, Emil Apresiasi Pemkab Trenggalek

Jawa Timur

Menurut Emil, hal tersebut sangat berdampak positif.

23 Jan 2021 23:30 WIB

Akui Positif Covid, Warganet Puji Doni Monardo

Nasional

Tetap bobol meski sudah ketat protokol kesehatan

23 Jan 2021 23:05 WIB

Tiba di Sulbar, Bantuan Polda Jatim Segera Segera Didistribusikan

Jawa Timur

Bantuan itu berupa APD Covid-19, makanan, hingga keperluan bayi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...