MUI imbua muslim beribadah Ramadan serta patuhi protokol kesehatan. (Ilustrasi/Ngopibareng.id)

MUI Anjurkan Patuhi Protokol Kesehatan Selama Ramadan

Nasional 13 April 2020 14:50 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat muslim Indonesia untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyongsong Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh, MA saat memberikan keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin 13 April 2020.

“Mari menyongsong Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. Situasi dan kondisi baru menuntut pemahaman baru dan juga cara-cara baru tetap di dalam koridor syariah,” kata Asrorun.

Selain itu, MUI juga mengimbau agar dalam pelaksanaan ibadah selama Ramadan di tengah kondisi bangsa seperti ini dapat menyesuaikan protokol kesehatan dan syariat Islam.

“Covid-19 bukan halangan untuk pelaksanaan ibadah (Ramadan). Pemahaman kita tentang tata cara ibadah harus juga diadaptasikan dengan situasi dan kondisi,” tambah Asrorun.

Dalam hal ini, ibadah ramadan harus dijadikan momentum untuk mempercepat penanganan covid-19 dengan etos dan semangat keagamaan.

Melalui pemahaman makna dari syariat islam, maka umat muslim sepatutnya melihat Ramadan sebagai rahmat dan solusi bagi ancaman covid-19.

"Bagaimana etos keagamaan ramadan bisa menjadi solusi dengan aktivitas keagaamaan kita, pada satu sisi mengingkat, di satu sisi lain menjamin keamanan dan keselamatan bangsa dan negara,” kata Asrorun.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 22:45 WIB

Sanchez Sindir MU Setelah Dipermanenkan Inter Milan

Liga Italy

Alexis Sanchez merasa diterima dengan baik sejak awal di Inter

07 Aug 2020 22:25 WIB

Ganjar Lantik Sejumlah Pejabat Secara Virtual

Nusantara

Pelantikan dilakukan di tengah pandemi.

07 Aug 2020 22:11 WIB

Tempe H Farkhan Sejak 1969, Harganya Pernah 1 Ringgit di Jombang

Feature

Usaha tempe berusia 51 tahun di Jombang, Jawa Timur.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...