Lembaga Falakiyah NU Laksanakan Rukyatul Hilal Kamis 14 JuniMuhammadiyah dan NU Idul Fitri 15 Juni

12 Jun 2018 19:33

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

"Jadi jika pada Kamis sore setelah ghurub ada saksi yang melihat hilal dan terlaporkan ke Kemenag menurut mekanisme yang berlaku, sudah cukup bagi Menteri Agama untuk mengisbatkan 1 Syawal jatuh hari Jumat (15/6)," kata Wakil Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa.

PP Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, jatuh pada hari Jumat, 15 Juni 2018. Hal itu sesuai dengan perhitungan hisab yang lazim dilakukan organisasi Islam terbesar kedua ini. Demikian pula Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah (LF) NU memprediksi waktu serupa.

Untuk itu, PBNU akan menggelar rukyatul hilal di puluhan titik di seluruh Indonesia pada Kamis (14/6) untuk menentukan 1 Syawal 1439 H.

"Rukyat hari Kamis sore 14 Juni karena hari itu bertepatan tanggal 29 Ramadhan," ujar Wakil Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Selasa (12/6/2018).

Kiai Sirril menguraikan bahwa ijtimak atau konjungsi terjadi Kamis (14/6) dini hari, tepatnya pukul 02.44.48 WIB. Artinya, jarak waktu antara ijtimak dan maghrib berikutnya lebih dari 15 jam sehingga memungkinkan awal Syawal jatuh pada esoknya, yakni Jumat (15/6/2018).

Hal ini diperkuat dengan tinggi hilal saat maghrib di Jakarta yang sudah melewati 7 derajat, tepatnya 7 derajat 33 menit 06 detik dengan markaz hilal di Jakarta.

"Jadi jika pada Kamis sore setelah ghurub ada saksi yang melihat hilal dan terlaporkan ke Kemenag menurut mekanisme yang berlaku, sudah cukup bagi Menteri Agama untuk mengisbatkan 1 Syawal jatuh hari Jumat (15/6)," katanya.

Meskipun demikian, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menegaskan bahwa sejak dulu, NU berkomitmen menunggu keputusan Pemerintah melalui Kementerian Agama sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk menetapkan awal bulan Hijriyah.

"Dari dulu, NU komitmen dengan pentingnya isbatpemerintah yang dilakukan eksekutif. Dan mengikuti hasil keputusannya sejauh keputusannya berdasar pertimbangan syar'i yakni dengan dasar rukyat yang mu'tabar," pungkasnya.

LF PBNU akan melakukan siaran langsung pantauan dari sembilan titik rukyatul hilal di Indonesia, yakni Kendal, Ponorogo, Kebumen, Kudus, Blitar, Majalengka, Cirebon, Tasikmalaya, Gresik, dan Jember. Di samping itu, para perukyat dari sembilan titik juga akan melakukan teleconference dengan PBNU di Jakarta.

Sementara itu, Kementerian Agama di hari yang sama, Kamis (14/6) juga akan menggelar sidang isbat guna menetapkan 1 Syawal 1439 H di Jakarta.

"Sidang isbat awal Syawal akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Juni 2018 M di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl MH Thamrin Nomor 6, Jakarta," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Juraidi di Jakarta, Rabu (6/6) sebagaimana dilansir dari situs resmi Kementerian Agama. (adi)