Muhammadiyah Berpandangan Jauh ke Depan, Kata Habib Chirzin

12 Dec 2019 03:23 Pendidikan

Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang pada saat ini berusia 101 tahun merupakan salah satu tonggak sejarah penting dalam kebangkitan nasional sekaligus sebagai perintisan kemerdekaan dan pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Pernyataan itu disampaikan Habib Chirzin, Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Madrasah Muallimin Muhammadiyah pada Sarasehan Pendidikan yang bertajuk Dari Muallimin untuk Bangsa “Menggali Falsafah Pendidikan 3 Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah: KH Ahmad Dahlan, KH Mas Mansur, dan KH Abdul Kahar Mazakkir”.

“Terbentuknya Negara Indonesia yang merdeka, berdaulat dan berkemajuan tidak dapat dilepaskan dari pendidikan Muhammadiyah yang dirintis oleh KH Ahmad Dahlan, seorang tokoh pergerakan yang otentik. Selain KH Ahmad Dahlan, peranan otentik juga dilakukan oleh KH Mas Mansur dan KH Kahar Muzakkir,” papar Habib Chirzin, dalam keterangan Rabu, 11 Desember 2019.

Lebih jauh dikatakan Habib Chirzin, peran kependidikan Muhammadiyah yang dirintis KH Ahmad Dahlan sangat otentik dan berpandangan jauh ke depan. Dari sistem pendidikan yang berpandangan ke depan inilah dapat menarik perhatian tokoh kemerdekaan, Ir. Soekarno untuk menjadi guru sekolah Muhammadiyah, bahkan menjadi ketua pengurus bagaian Pendidikan Muhammadiyah di Bengkulu, pada masa pengasingannya tahun 1938 – 1942.

Sementara itu KH Mas Mansur, kata Habib Chirzin selain ikut berperan dalam kemerdekaan dan sabahat seperjuangan Ir. Soekarno dengan tokoh kemerdekaan lain yang dikenal dengan empat serangkai, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Hajar Dewantara.

“KH Mas Mansur telah ikut menyusun pendidikan berkemajuan di Madrasah Muallimin saat menjadi Direktur yang saat itu sekaligus menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” jelas Habib, yang sebelumnya disampaikan di Aula Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Sementara peranan lain adalah dari KH Kahar Muzakkir dijelaskan Habib Chirzin, yang belum lama ini mendapat penghargaan menjadi Pahlawan Nasional RI. Peranan KH Kahar Muzakkir dalam kemerdekaan sudah dilakukan sejak masa mudanya sebelum menjadi Direktur Madrasah Muallimin.

Bersama sahabat-sahabatnya saat di Mesir, telah menyalakan pelita kesadran dan kesatuan seta hasrat untuk merdeka bagi Republik Indonesia.