Mufti Damaskus Apresiasi Perkembangan Islam di Indonesia

19 Jan 2019 02:35 Khazanah

Mufti Damaskus, Suriah, Syekh Adnan al-Afyouni mengabarkan kondisi negerinya yang berangsur-angsur pulih. Damai.

"Alhamdulillah. Terus membaik dari sebelum-sebelumnya," kata Syekh Adnan.

Hal itu terungkap saat sang ulama mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.

Ketika itu, usai bersalaman, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj langsung menanyakan kabar Suriah terkini.

Kiai Said melihat Suriah merupakan negara yang kuat. Pasalnya, negeri yang dipimpin Bashar Asad itu digempur oleh berbagai kekuatan militer, diserang secara habis-habisan, tetapi masih kokoh berdiri.

"NU terkenal dengan pengaruhnya pada bidang keilmuan dan pondok pesantren," kata Syekh Adnan.

Syekh Adnan menimpali pernyataan Kiai Said, bahwa kekuatan negara yang tidak punya hutang itu berkah dari doa Nabi Muhammad SAW : "Ya Allah, berkahilah Yaman kami dan Syam (Suriah) kami."

Di samping itu, lanjutnya, ada juga hadits yang menyebutkan bahwa Syam merupakan wilayah yang di atasnya terdapat sayap malaikat yang berkembang. Sabda Nabi itu merupakan jawaban atas pertanyaan para sahabatnya perihal alasan Nabi yang tetiba bersabda: "Beruntunglah Syam."

Ketua Dewan Rekonsiliasi Suriah itu juga menyebut Indonesia sebagai pusat tasawuf dunia. Bukan tanpa alasan, sebagaimana disampaikan Kiai Said, di Indonesia terdapat lebih dari 40 tarekat dunia. Ia juga beberapa kali berkunjung ke Indonesia untuk memenuhi undangan pertemuan tokoh sufi dunia, pertemuan bela tanah air di Malang, Pekalongan, juga Jakarta.

Karena itu, kedatangannya ke PBNU juga dalam rangkan silaturahim keilmuan, katanya. Sebab, ia melihat NU merupakan organisasi Islam besar yang pengaruhnya begitu dikenal.

"NU terkenal dengan pengaruhnya pada bidang keilmuan dan pondok pesantren," kata Syekh Adnan.

Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H Makshum Mahfudz, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) H Ahmad Sudrajat, dan Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al-Syami) M Najih Arromadloni. (adi)