Mudik Gratis, Supir Bus Tetap Untung

12 Jun 2018 04:30 Feature

Hari raya Idul Fitri tinggal 7 hari lagi. Biasanya jelang hari raya Idul Fitri atau yang dikenal lebaran Idul Fitri ada tradisi mudik di kampung halaman. Bagi kaum urban, tradisi ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mendekati lebaran Idul Fitri para pemudik bersiap-siap untuk memilih alat transportasi yang nyaman untuk digunakan mudik. Bagi mereka yang ingin mudik dengan angkutan umum, maka akan berbondong-bondong ke stasiun, terminal, maupun bandara.

Seperti yang terjadi di Terminal Purabaya, Sidoarjo Jawa Timur, pada H-7 masyarakat mulai berbondong-bondong datang ke terminal terbesar di Jawa Timur ini. H-7 di Terminal Bungurasih ini sudah mulai tampak dipenuhi penumpang dari berbagai daerah.

Dari catatan Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur pada H-7 ini pemudik yang menggunakan bus di terminal Bungurasih sudah mencapai hampir 50 ribu pemudik perharinya yang akan menggunakan transportasi bus.

Pantauan ngopibareng di terminal Purawbaya H-7 tak begitu ramai. Menurut salah satu sopir bus jurusan Surabaya - Trenggalek, Mardjito mengatakan bahwa arus pemudik saat ini memang belum menunjukkan kepadatan. Menurutnya, puncak mudik di terminal Purabaya H-3.

"Ya memang seperti ini, masih sepi kalau H-7 gini, ramainya biasanya H-3 pasti banyak yang naik," katanya.

Saat ditanya apakah hal ini karena banyaknya mudik gratis yang diselenggarakan sejumlah instansi, Mardjito mengungkapkan tidak ada pengaruhnya dengan jumlah lonjakan penumpak di terminal.

"Dari dulu lonjakan penumpang arus mudik terjadi H-3. Kita tetap full kalau musim mudik lebaran. Hanya saja bedanya, jumlah penumpang tidak berlebihan atau bahkan berdesak-desakan. Biasanya kapasitas 60 ya 60, ndak kelebihan muatan," ujar Mardjito.

Hal senada juga diungkapkan Suwarjo, salah satu kondektur bus jurusan Surabaya - Madura bahwa musim lebaran dengan hari biasa dirasakan sama saja. Bedanya hanya pada H-3 saat terjadi puncak arus mudik, biasanya agak ramai.

"Tidak ada pengaruhnya mudik gratis, penumpang juga seperti biasa malah lebih banyak kalau jelang lebaran. Memang untuk saat ini peningkatan penumpang belum terlihat," ujar Suwarjo salah satu kondektur bus jurusan Surabaya-Madura.

Jumlah penumpang lebaran tahun 2018 kali ini memang tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Wahid wahyudi mengatakan jumlah pemudik tahun ini terjadi peningkatan 3 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Ya, memang setiap tahunnya jumlah pemudik terus mengalami peningkatan, tahun ini saja di terminal Purabaya jumlah pemudik diprediksi mengalami peningkatan sebanyak 3 persen yakni 73.000 penumpang dari 71.800 di tahun lalu," katanya.

Jumlah tersebut memang jika dilihat tak begitu mengalami berarti. Bahkan H-7 saja kondisi terminal Purabaya masih seperti kegiatan hari-hari biasa.

Apakah ini karena banyak yang ikut mudik gratis, Wahid mengatakan bisa berpengaruh. Karena jumlah pemudik yang ikut mudik gratis juga lumayan banyak. Tahun ini, Dishub Provinsi Jatim menyediakan 560 bus untuk antar pemudik baik jalur dekat atau jalur jauh.

"Ya kami memang setiap tahunnya selalu menyiapkan mudik gratis, hal ini kita lakukan untuk mengurangi penumpukan penumpang di dalam terminal," ujarnya.

Bahkan, lanjut Wahid, jumlah bus mudik gratis tahun ini juga naik dibanding tahun lalu. Karena permintaan masyarakat akan hal ini terus meningkat. "Setiap tahun jumlah pemudik yang ikut mudik gratis juga naik," katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Unit Pelaksana Terminal (UPT) Purabaya, Hardjo mengatakan mudik gratis sama sekali tak mempengaruhi penumpang di terminal. Katanya, terminal masih jadi favorit pemudik setiap tahunnya. "Pengaruh ada tapi itu tidak terlalu signifikan," kata Hardjo. (hrs)

Editor : Haris Dwi


Bagikan artikel ini