Ilustrasi stasiun kereta di Prancis. (Foto: Google)
Ilustrasi stasiun kereta di Prancis. (Foto: Google)

Mogok Massal Kereta Api di Prancis

Ngopibareng.id Internasional 26 December 2019 19:31 WIB

Pemogokan massal kereta api di Prancis sudah berlangsung dua puluh hari. Akasi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Emmanuel Macron terkait perubahan skema pensiun bagi pegawai negeri sipil.

Protes tersebut membuat sedikitnya puluhan ribu warga yang telah memiliki tiket kereta api cepat maupun kereta reguler terpaksa menunda bahkan membatalkan rencana perjalanan mereka untuk menemui keluarga dan kerabat untuk merayakan Hari Natal dan liburan Tahun Baru.

Sebagian warga mencoba sarana transportasi lain seperti taksi, layanan ride sharing, dan mobil sewa, yang jumlahnya relatif terbatas.

“Hanya ada dua dari 16 jalur kereta api yang beroperasi,” begitu dilansir Channel News Asia pada Kamis, 26 Desember 2019.

Pihak berwenang Prancis menuturkan sebanyak 40 persen jadwal kereta api berkecepatan tinggi dan kereta ekspres antar-region dibatalkan. Sebanyak 20 persen jadwal kereta lainnya juga dikabarkan batal berangkat.

Presiden Emmanuel Macron telah meminta ‘gencatan senjata’ dengan serikat pekerja pada masa liburan ini. Ini setelah pemerintah dan serikat pekerja gagal mencapai kesepakatan pada pekan lalu.

Pengurus serikat pekerja bersumpah tidak akan menghentikan mogok massal pada musim puncak liburan kecuali pemerintah mencabut rencana menggabungkan 42 skema pensiun menjadi satu.

Pemerintah dan serikat pekerja berencana untuk kembali bertemu pada 7 Januari 2019.
Mogok massal ini juga diikuti oleh para pekerja dari Paris Opera House. Mereka menggelar tarian protes di depan gedung di Paris dengan penampilan Swan Lake. Mereka membawa plakat dengan tulisan ‘Budaya dalam Bahaya’.

Serikat pekerja di Paris berharap bisa mencapai hasil seperti pada 1995. Saat itu, pemerintah mundur dari upaya reformasi dana pensiun setelah digelar mogok massal tiga pekan oleh serikat kerja transportasi hingga beberapa hari menjelang Natal.

Mogok massal ini sangat merugikan industri hiburan seperti hotel, restoran, dan toko ritel, yang sangat mengandalkan musim liburan untuk pendapatan mereka.

Media The Local dari Prancis melansir layanan metro di ibu kota sangat berkurang selama mogok massal ini. Hanya ada dua layanan metro yang aktif yaitu jalur satu dan empat belas. Lokasi wisata seperti Menara Eiffel dan Museum Sejarah Alam atau Natural History Museum masih beroperasi.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Feb 2021 07:48 WIB

Chris Froome: Performa Saya Belum Maksimal, tapi Membaik

Gowes Bareng

Froome akui pemulihan performa butuh waktu lama.

26 Feb 2021 07:12 WIB

Kudeta Militer Myanmar, PM Thailand Tolak Dukungan

Internasional

Pertegas urusan dalam negeri negara lain

26 Feb 2021 06:48 WIB

Bentrok Pedemo dan Massa Pro-Militer Myanmar, Ini Faktanya

Internasional

Gelombang unjuk rasa di pusat kota Yangon

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...