Seorang jurnalis mengambil gambar bekas berondongan peluru yang menembus mobil Toyota Innova milik Ery Cahyadi di Polsek Jambangan Surabaya, Rabu, 14 Maret malam. (Foto: Antara)

Mobil Pejabat Pemkot Diberondong Tembakan

15 Mar 2018 05:34

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki penembakan terhadap sebuah mobil milik seorang pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Rabu. 3 Maret 2018.

"Seorang pelaku telah ditangkap tadi malam dan saat ini sedang diinterogasi di Polrestabes Surabaya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi di Surabaya pada Kamis dini hari.

Dia memastikan mobil yang ditembak adalah milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya, Ery Cahyadi.

Mobil Toyota Innova nomor polisi L 88 EC, menurut Barung, diberondong tembakan oleh pelaku saat diparkir di dalam garasi rumah Ery Cahyadi di Perumahan Puri Kencana Karah, Kecamatan Jambangan, Surabaya.

"Ada tiga peluru yang menembus bagian belakang mobilnya. Kejadiannya Rabu siang kemarin, 14 Maret, pada sekitar pukul 13.00 WIB," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun menurut Barung, atas kejadian tersebut, pihak keluarga Ery Cahyadi mengalami gangguan psikologis.

"Bukan soal tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakan dalam penembakan ini telah menyebabkan pihak keluarga korban terganggu secara psikilogis. Rasa aman dari keluarga korban juga terganggu," ucapnya.

Polisi, lanjut Barung, masih menyelidiki apakah pelaku yang telah ditangkap bekerja sendirian atau bersama pelaku lain.

"Kami juga selidiki jenis senjata apa yang digunakan. Kalau senjata api apakah berizin atau tidak," ujarnya.

Sampai dini hari ini polisi masih belum bersedia mengungkap identitas pelaku. "Sabar dulu, nanti pasti kami ungkap identitas pelaku karena penangkapannya baru beberapa jam yang lalu. Kami masih melakukan penyelidikan," ucapnya. (ant)