Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid saat kegiatan Sahur Keliling di Pendopo Kabupaten Bondowoso. (Foto: nu for ngopibareng.id)

Misi Puasa Jaga Moral dan Akhlak, Ini Pesan Sinta Nuriyah

Islam Sehari-hari 31 May 2019 03:17 WIB

Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid kembali melakukan serangkaian kunjungan ke daerah. Kegiatan dikemas dalam sahur bareng dengan melibatkan beberapa warga kurang mampu di berbagai kota.

Saat berada di Bondowoso, Jawa Timur, istri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur, almarhum) ini mengatakan bahwa kunjungannya untuk silaturahmi.

“Saya membawa misi ke sini untuk bersilaturahim, juga menyapa saudara-saudara yang kekurangan, kaum dhuafa, khususnya orang terpinggirkan agar tetap tersenyum manis dan berbagi pengalaman,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Sinta (sapaan akrabnya) mengingatkan agar puasa yang dijalankan umat Islam dapat dilakukan dengan baik.

“Karena puasa itu jangan sampai seperti yang disabdakan Rasulullah yakni tidak mendapatkan pahala apa-apa, kecuali lapar dan dahaga,” jelasnya, yang pada Rabu lalu di pendopo, Situbondo.

“Karena puasa itu jangan sampai seperti yang disabdakan Rasulullah yakni tidak mendapatkan pahala apa-apa, kecuali lapar dan dahaga,” kata Nyai Sinta Nuriyah Wahid.

Menurutnya, kegagalan dalam menangkap makna puasa karena tidak mengerti hakikat dari ibadah tersebut. "Itu karena mereka tidak mengerti makna dan hakikat puasa yang sesungguhnya," jelasnya.

Dalam pandangannya, makna dan hakikat puasa adalah membawa misi moral dan akhlak mulia. “Moral dan ahklak yang mulia di sini adalah kesabaran, ketakwaan, kejujuran dan sebagainya," terangnya.

Menangkap hakikat puasa semakin penting bagi bangsa Indonesia usai menggelar hajatan pemilihan umum atau Pemilu. “Setelah rakyat Indonesia melampaui masa Pemilu, diharapkan suasana tenang dan kondusif sampai pada penetapan kepemimpinan,” ungkapnya.

Karena itu Ibu Sinta mengajak semua kalangan untuk menjaga suasana tenang yang ada. “Cara menjaganya adalah harus menjaga diri kita dengan menerapkan ajaran yang dibawa puasa yaitu kejujuran, kesabaran, saling menghormat, menghargai. Karena kita adalah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa,” tegasnya.

Ibu Sinta tidak menampik kalau di akar rumput masih terjadi perbedaan. Namun hal tersebut jangan menyebabkan perpecahan. "Jadi tidak boleh ada perpecahan, pertikain, termasuk virus kebencian,” tandasnya.

Sedangkan Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin menyampaikan suasana di kawasan tersebut aman usai Pemilu. “Alhamdulilah Pemilu di sini berjalan lancar, aman dan kondusif," katanya.

Pada kesempatan tersebut Kiai Salwa juga berterima kasih sekaligus meminta masukan bagi perbaikan di Bondowoso. “Kami selalu meminta nasihat, arahan serta pencerahan dari Ibu Sinta Nuriyah,” tandasnya.

Sahur bersama dihadiri jajaran SKPD,PCNU, Dandim 0822, Polres, Gusdurian, PMII, IPNU,dan IPPNU serta eleman masyarakat di Bondowoso.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Sep 2020 02:45 WIB

Nyai Nur Ismah, di Antara Perempuan-Perempuan Penjaga Al-Quran

Khazanah

Putri ulama lengedaris KH Abdullah Salam dari Kajen Pati

15 Sep 2020 16:42 WIB

Ini Tips Agar Mata Tetap Sehat Saat Belajar Daring

RS Mata Undaan

Menjaga mata tetap sehat penting saat belajar daring masa pandemi covid-19.

15 Sep 2020 06:26 WIB

Para Tokoh Besar Dilukai Orang-Orang Dungu, Ini Tarikh Islam

Khazanah

Orang-orang besar selalu mengandung dualitas yang paradoks

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...