Harga Bahan Pangan di Lamongan Aman, Begini Faktanya

18 May 2019 20:17 Ekonomi dan Bisnis

Minggu kedua di bulan Ramadhan, harga bahan pangan di Lamongan cenderung stabil. Berdasarkan pantauan di Pasar Sidoharjo Lamongan pada Sabtu 18 Mei 2019, harga bahan pangan tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Bahan pangan yang meliputi cabai merah besar, bawang merah dan bawang putih, selama ramadhan justru mengalami penurunan harga.

“Belum ada yang naik, malah banyak yang turun dibanding sepuluh hari yang lalu. Kalau dari semua ini paling cuma kemiri sama gula, tapi naiknya gak seberapa,” terang Parsi, seorang pedagang bahan dapur di Pasar Sidoharjo Lamongan.

Harga jual cabai merah besar di Lamongan saat ini Rp27.500/ kg dari sebelumnya mencapai Rp.35.000/kg. Sedangkan harga bawang merah antara Rp. 15.000 – Rp. 25.000/kg dari sebelumnya mencapai Rp 32.000 – Rp 35.000/kg.

Sementara itu harga bawang putih yang meliputi bawang putih lokal kating seharga Rp 35.000/kg dan bawang putih sicho saat ini seharga Rp. 26.000/kg. Padahal sebelumnya bawang putih lokal kating mencapai Rp55.000/kg dan bawang putih sicho mencapai Rp50.000/kg.

Dari keterangan Parsi, dua bahan dapur yang harganya naik adalah kemiri dan gula. Saat ini harga kemiri berkisar antara Rp37.000 – Rp 40.000/kg dari harga sebelumnya antara Rp. 33.000 – Rp. 37.000/kg. Sedangkan kenaikan gula pasir masih cenderung aman yakni Rp1.000 dari harga awal Rp11.000/kg menjadi Rp. 12.000/kg.

“Alhamdulillah harganya stabil. Kalaupun naik atau turun gak langsung anjlok atau meroket. Paling cuma seribu sehari. Kalau 10 hari yang lalu memang lagi mahal-mahalnya sebelum puasa,” cerita laki-laki asal Desa Balun Lamongan itu.

Selama bulan Ramadhan Pemkab Lamongan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) aktif untuk memantau harga bahan pangan di pasar.

Arif Bachtiar, Kasubag Pemberitaan Bagian Humas Setda Lamongan, menjelaskan, upaya Pemkab Lamongan dalam menekan kenaikan harga bahan pangan adalah dengan membentuk tim inflasi daerah. Tim tersebut yang secara aktif memantau dan melaporkan perubahan harga. Jika harga bahan pangan di pasar sudah melonjak, tim inflasi daerah bersama Disperindag akan bekerjasama dengan bulog untuk mengadakan operasi pasar.

“Kami ada tim pemantau inflasi daerah dari dinas perdagangan mereka rutin mantau harga dan pergerakannya. Kalau ada kenaikan harga yang cukup signifikan mungkin nanti kita akan terjunkan operasi pasar,” terang Arif.

Namun karena harga bahan pangan di Pasar Lamongan saat ini cenderung stabil operasi pasar belum dilaksanakan. Arif menyampaikan, agenda tersebut merupakan agenda tahunan yang wajib digelar jelang lebaran. Hanya saja waktu diadakannya perlu menunggu mendekati Lebaran.

“Untuk saat ini belum ada kenaikan. Karena masih aman. Mungkin nanti kalau mendekati jelang lebaran,” tandasnya.

Penulis : Rizki Utomo Putri
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini