Mimpi Basah di Siang Bulan Ramadhan

Islam Sehari-hari 23 May 2018 01:30 WIB
"Memang tidur bagi seorang yang berpuasa itu ibadah. Namun, alangkah lebih baik dan lebih sempurna bila puasa tidak hanya digunakan tidur." -- KH Abdurrahman Navis

“Ustadz, saya tidur pada saat puasa di siang bulan Ramadhan, tanpa disadari saya bermimpi indah sampai keluar mani. Apakah batal puasa saya?”

Demikian Salima Halim, warga Banyu Urip Surabaya menanyakan pada ngopibareng.id.

Untuk menanggapi masalah ini, berikut penjelasan KH Abdurrahman Navis, Ketua Aswaja NU Center Jawa Timur:

Di antara yang membatalkan puasa adalah jima’ (bersetubuh) dengan istri, baik itu keluar mani atau tidak, juga sengaja mengeluarkan mani, baik itu dengan cara masturbasi, bercumbu rayu dengan istri tanpa penghalang dan lainnya. Adapun keluar mani tidak sengaja karena menghayal, bercumbu rayu dengan istri menggunakan penghalang (berpakaian) dan bermimpi saat tidur itu tidak membatalkan puasa, karena tidak ada unsur kesengajaan dan di luar kemampuannya.

Sebagai mana tersebut dalam kitab Hasyiatusyarqowi Alat Tahrir: 1/435:

“Walhasil bahwa mengeluarkan mani secara muthlak dan keluar mani dengan menyentuh tanpa penghalang, sekalipun tanpa syahwat di kala terjaga (tidak tidur), adalah membatalkan puasa. Lain halnya kalau keluar mani pada saat tidur (bermimpi), menghayal bersentuhan dengan ada penghalang, maka sesungguhnya tidak membatalkan puasa walaupun dengan syahwat.”

Memang tidur bagi seorang yang berpuasa itu ibadah. Namun, alangkah lebih baik dan lebih sempurna bila puasa tidak hanya digunakan tidur. Apalagi sebelum tidur mengkhayal yang tidak karuan. Tetapi, diisi dengan amal sholeh, membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya.

Tentu akan menambah nilai ibadah puasa sehingga mencapai derajat yang paling tinggi. Yakni, Khowasul khawas (super spesial).

Semoga ibadah kita diterima Allah SWT. Amiin. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Jun 2020 05:49 WIB

Empat Hal Penting dalam Fikih Islam di Tengah Pandemi Covid-29

Islam Sehari-hari

Ziarah kubur penting, tapi lebih penting keselamatan orang hidup

25 May 2020 20:35 WIB

Mendamaikan Hisab dan Rukyat, Ini Ulasan Pakar Ushul Fikih

Khazanah

KH Afifuddin Muhajir, Guru Besar Usul Fikih di Ma'had Aly Situbondo.

10 May 2020 05:13 WIB

Wapres: Peran Fikih Islam dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional

Dalam Simposium Tahunan Ekonomi Islam Al-Baraka.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...