Mahasiswa Prodi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas NU Surabaya tengah mengerjakan praktek wirausaha menciptakan makanan bernilai gizi tinggi dan higienis.

Miliki Jiwa Wirausaha dan Bersarjana Gizi Hanya di Prodi S1 Gizi UNUSA

10 May 2018 19:33

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Keterampilan dan kreativitas bagi calon sarjana menjadi sebuah tuntutan dalam menghadapi era dunia kerja. Seorang sarjana hanya berbekal ilmu yang di dapat dari kampus, terkadang juga masih kurang. Kalau ingin dapat yang lebih, maka Universitas NU Surabaya (UNUSA) tempatnya.

Kuliah di ilmu gizi yaitu Program Studi (Prodi) S1 Gizi Fakultas Kesehatan UNUSA sangat menjanjikan akan dapat lebih dibanding S1 Gizi ditempat lain. Di UNUSA, mahasiswa tidak hanya diajarkan tentang keilmuan saja, tetapi juga diajarkan bagaimana menjadi sosok sarjana gizi yang profesional, unggul, dan Islami, tetapi juga dituntut berjiwa wira usaha.

Demikian diungkapkan Kepala Program Studi S1 Gizi UNUSA, Rizki Nurmalya Kardina, S.Gz., M.Kes saat diwawancarai Ngopibareng.id di kantornya. Menurut Rizki, panggilannya, keunggulan dari Prodi S1 Gizi ini mahasiswa benar-benar dituntut selain menjadi ahli dalam bidang produk makanan yang bergizi juga dituntut menjadi entrepreneur handal di tingkat nasional.

"Untuk mahasiswa, disamping kita mengembangkan entrepreneurnya, kita juga mengembangkan produk wirausaha. Pengembangan produk ini kita masukkan ke mata kuliah kewirausahaan. Mata kuliah ini diberikan di semester dua," katanya.

Hingga saat ini sudah banyak produk yang dihasilkan dari mahasiswa UNUSA, antara lain tempe coklat, ada lidah buaya. "Produk ini sudah kita unggulkan sementara ini," kata pengampu mata kuliah diagnosa gizi.

UNUSA sesuai dengan visi dan misinya menciptakan mahassiwa gizi sebagai entrepeneur produk makanan yang bernilai gizi tinggi. "Kemarin pada saat lounching produk kita ada beberapa snack yang kita sajikan, dan itu semua buatan mahasiswa kita sendiri. Salah satunya yaitu es krim sayur," katanya.

Produk-produk yang sudah dihasilkan dan dikenalkan kepada msyarakat misalnya pertama es krim sayur. Es krim ini, kata Rizki, berbahan utama sayur sawi, terutama sawi baby. Sayur itu diblender, kemudian dicampur susu dan selanjutnya dibekukan. Selanjutnya ada produk sari jagung yang pengolahannya hampir sama dengan es krim.

"Ada lagi siomay sayur. Isinya ayam wortel, jamur. Tapi kita tidak pakai kulit siomay, melainkan pakai kol atau kubis yang ada di masyarakat sekitar," ujarnya.

 

Laboratorium baru di Prodi S1 Gizi

Laboratorium Gizi yang dimiliki UNUSA. Laboratorium baru ini memiliki sarana praktek bagi mahasiswa yang cukup memadai.

Di Prodi S1 Gizi ini mata kuliah yang diajarkan ada 146 SKS, salah satunya adalah mata kuliah diatetik, yaitu ranahnya pada diet pasien, baik orang sakit maupun orang sehat. "Tapi sebelum ke diatetik, kita ada mata kuliah ilmu gizi dasar dan ilmu gizi daur kehidupan," katanya. 

Sementara, kata Rizki, untuk bidang pangannya, biasanya diberikan mata kuliah ilmu teknologi pangan, ada ilmu bahan makanan, ada analisa zat gizi, dan ada pengawasan mutu makanan. "Jadi di samping ilmu entrepreneur, di gizi ilmu faknya ada diatetik dan teknologi pangan. Kualtas pangan kita memang bener-bener harus dijaga higienis dan gizinya," katanya. 

Sementara sarana prasarana lain yang dimiliki Prodi S1 Gizi adalah laboratorium. Sebagai penunjang materi-materi kuliah yang diberikan, UNUSA telah menyiapkan laboratorium untuk Prodi ini. Ada dua laboratorium yaitu laboratorium gizi dan laboratorium kimia. 

"Lab gizi itu adalah biasanya dapur yang dikhususkan untuk diatetik, gizi kuliner, teknologi pangan, dan ilmu gizi daur kehidupan, sementara yang lab kimia, kita ada lab kimia, ada lab mikrobiologi pangan. Jadi alhamdulillah kita sudah memiliki lab," katanya. 

Untuk laboratorium gizi ini masih baru. Tetapi semua alat-alat yang dimiliki cukup memadai. Meski prodi ini tergolong masih baru tetapi berkat tekad dan semangat juang untuk mencetak generasi ilmuan gizi yang handal dan berjiwa wirausaha, UNUSA berhasil menciptakan laboratorium gizi yang dinilai lengkap. 

 

PKL Mahasiswa Gizi UNUSA di Rumah Sakit Terbaik 

Mahasiswa semester akhir sebelum menyelesaikan tugas akhirnya diwajibkan untuk mengambil mata kuliah Praktek Kerja Lapangan (PKL). Untuk PKL, UNUSA selain praktek di rumah sakit milik sendiri juga PKL di rumah sakit terbaik di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. 

"Ada 3 PKL unit, yaitu pertama kita ada PKL komunitas yang nanti notabene larinya ke Puskesmas. Kedua PKL klinik yang nanti larinya ke rumah sakit, dan ketiga PKL food service yaitu tentang sistem penyelenggaraan makanan rumah sakit. Jadi di UNUSA ini mahasiswa yang PKL akan ada sertifikat, yang nanti akan diajukan pada saat selesai teorinya," kata Rizky. 

Untuk angkatan tahun ini, lanjut Rizki, UNUSA selain menerjunkan mahasiswanya di rumah sakit miliknya yaitu RSI Jemursari dan RSI A Yani, juga menerjunkan mahasiswa untuk praktek di RS Haji Sukolilo Surabaya, RSAL dr Ramlan, RS Ibnu Sinna Gresik dan RSUD Sidoarjo. 

"Alhamdulillah praktek mahasiswa untuk tahun ini selain di rumah sakit kita sendiri juga ada Rumah Sakit haji, RSAL, RS Ibnu SInna Gresik, dan RSUD Sidoarjo. Ini semua nanti akan diberikan sertifikat sebagai penunjang mahasiswa dalam menyusun tugas akhir," katanya. 

Disamping itu, kata Rizki, UNUSA juga ada pelatihan ISO untuk teknologi pangan, tapi untuk dietnya biasanya ada sertifikat untuk NCP (Nutri Care Proces). 

 

Prodi S1 Gizi Membuka Kelas Karyawan

Salah satu jenis kegiatan kewirausahaan bagi mahasiswa Prodi S1 Gizi Fakultas Kesehatan UNUSA yakni membuat makanan berbahan dasar lidah buaya.

Ada terobosan baru yang dimiliki Prodi S1 Gizi ini yaitu tahun ini membuka kelas bagi karyawan rumah sakit atau perusahaan yang ingin melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. 

"S1 Gizi juga membuka kelas untuk karyawan. Harapannya ini akan membawa informasi bagus bagi calon mahasiswa dari karyawan perusahaan maupun rumah sakit yang ingin melanjutkan jenjang yang lebih tinggi," kata Rizki. 

Meski demikian, untuk saat ini yang paling banyak masih dimiliki kelas reguler. "Harapannya ke depan kelas karyawan banyak diminati," ujarnya.  

Kemudian untuk mempersiapka agar lulusan UNUSA agar siap diterima di masyarakat, rencana akan diselenggarakan pelatihan untuk NCP dan HACCP. "Rencana untuk alumni dan ini masih dalam pembicaraan. Tujuannya untuk NCP itu alumni dibekali dan persiapkan agar siap diterima di masyarakat jika ia kerjanya di rumah sakit, tapi kalau dia kerjanya di pabrik maka ia harus bisa HACCP atau ISO-nya," katanya. 

 

S1 Gizi UNUSA Terakreditas B

Alhamdulillah, berkat keseriusan dalam mengelola Program Studi ini di tahun 2017 memperoleh akreditasi B. Ini merupakan kabar gembira di civitas akademika, meski baru memasuki usia ke-5 tahun Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) telah memberikan penilaian prodi S1 Gizi UNUSA berpredikat B dengan mengantongi total nilai sebesar 320.

"Kami memang bersungguh-sungguh dalam mengelola institusi, fakultas dan prodi yang merupakan amanah dari umat. Hasil akreditasi ini adalah salah satu bukti kesungguhan kami," katanya, saat dikutip Humas UNUSA. 

Penilaian ini membuktikan jika tata kelola yang dijalankan, sudah sesuai pada jalur tata kelola perguruan tinggi. Kini, UNUSA sedang mempersiapkan diri untuk bisa memperbaiki nilai akreditasi program studi. 

"Akreditasi program studi itu adalah kumpulan atau gabungan dari borang-borang atau capaian prestasi yang dimiliki di setiap prodi. Karena itu kami berharap akreditasi prodi juga akan lebih baik, yang C menjadi B dan B menjadi A," ujarnya. (wit)