Rohmaniah pengusaha sepatu asal Jalan Lingkar Wringinanom, Jogosari, Pandaan, yang tergabung di UKM binaan Semen Indonesia. (Foto: ngopibareng)

UKM Binaan Semen IndonesiaUsaha Jahit Sepatu Milik Rohmania, Semakin Berkembang Sejak Gabung UKM Binaan Semen Indonesia

15 Mar 2018 10:46

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Alunan mesin jahit bersahutan dengan suara mesin pemotong bahan sepatu yang menggaung meramaikan seisi pabrik. Pemandangan lazim ditemui kala berkunjung ke pabrik sepatu milik Rohmaniah, Jalan Lingkar Wringinanom, Jogosari, Pandaan.

Usaha yang dikembangkannya bersama sang suami sejak tahun 2000 ini terus berkembang pesat. Terlebih ketika masuk menjadi UKM binaan Semen Indonesia, usaha pembuat sepatunya semakin melambung.

Ya, setelah keluar dari perusahaan sepatu terbesar di Pasuruan, Karya Mitra, Rohmaniah semakin piawai mengembangkan bisnis sepatunya ini. Meski hanya sebagai menyediakan jasa menjahit bahan sepatu, bisnisnya ini terus kebanjiran order.

"Usaha meneruskan suami, setelah keluar dari Karya Mitra, terus suami saya buka usaha ini. Waktu itu buka usaha tahun 2000, akhirnya 2004 saya ikut keluar dan bantu di sini, Maret 2007 suami saya meninggal, akhirnya saya teruskan hingga sekarang," ujar Rohmaniah.

Setelah ditinggal sang suami, Rohmaniah mengaku usahanya sempat mengalami penurunan drastis. Namun setelah beberapa bulan, akhirnya usahanya kembali bangkit kembali. Dan baru pada 2010 dirinya mendapatkan tawaran untuk pinjam modal ke Semen Indonesia.

"Tahun 2010 saya gabung di Semen, itu berkat rekomendasi kakak saya yang di Madura. Katanya bunganya kecil dan sangat membantu sekali. Akhirnya saya coba dan tenyata benar," lanjutnya.

Dia mengaku sebelum bergabung di Semen Indonesia, usahanya hanya bermodal alat manual dan mesin jahit saja. Penyebabnya, dirinya tak mampu untuk membeli mesin besar untuk menunjang produksi. Apalagi Rohmaniah menyadari, bahwa usahanya merupakan pabrik kecil.

"Tapi setelah saya mencoba, dan beberapa tahun dapat pinjaman modal dari Semen  Indonesia itu, saya gunakan untuk beli mesin besar-besar ini dan akhirnya bisa punya dua mesin," katanya.

Rohmaniah mengaku selama delapan tahun bergabung dengan UKM binaan Semen Indonesia ini, dirinya mendapatkan banyak kemudahan. Terutama soal pinjaman bunga ringan. Dengan tambahan modal dari bunga yang ringan itu, dirinya bisa jadi mengembangkan usahanya. Dampaknya, kini semakin banyak pengusaha sepatu yang menitipkan produk sepatu di pabriknya, untuk dijahitkan.

Sekedar informasi, pabrik sepatu yang dikelola oleh Rohmaniah ini hanya menerima jasa menjahitkan sepatu setengah jadi dari produsen lain. Salah satu klien bermitra dengan Rohmaniah adalah produsen sepatu dengan merek Spotty. (hrs)