Panitia Tour Jihad 22 Mei Berpeluang Jadi Tersangka

20 May 2019 17:20 Kriminalitas

Meski penyelenggara Tour Jihad 22 Mei Surabaya-Jakarta telah menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan bermaterai, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) terus mendalami kasus tersebut.

"Proses hukum tetap jalan, meskipun ada permohonan maaf," tegas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, saat ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin, 20 Mei 2019.

Polisi telah mengamankan empat orang penyelenggara Tour Jihad Surabaya Jakarta da satu orang yang diduga panitia. Empat orang yang diamankan yakni berinisial R, C, P, dan M. Lalu ada satu orang lain inisial A, yang masih sakit.

Pemeriksaan penyelenggara tersebut dilakukan atas dasar laporan organisasi masyarakat yang merasa bahwa Jihad Tour tersebut telah meresahkan.

"Yang A masih sakit, dia perempuan. Masih diperiksa kesehatannya. Kami memeriksa mereka berdasarkan pengaduan dari masyarakat adanya organisasi yang mengadu," kata Luki.

Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat orang tersebut memiliki pembagian tugas masing-masing dalam program Tour Jihad yang mereka buat. Bahkan, kini sudah ada 26 - 38 orang pendaftar.

"Mereka sesuai dengan tugas masing-masing. Ada yang jadi bendahara, ada membuat akun dan ada yang jadi koordinator. Kemarin sudah ada yang mengirim pendaftaran sekitar 36- 38 orang, yang lainnya masih banyak yang pesan tapi belum ada yang membayar, untuk sementara kami akan dalami," ujar dia.

Namun, lanjut Luki, hingga saat ini status keempat orang tersebut masih sebagai terperiksa. Namun mereka berpeluang dikenakan Pasal 160 dan 151 KUHP tentang penghasutan.

"Kami periksa secara maraton. Masih terperiksa dan kami masih berkoordinasi dengan beberapa saksi lain lagi," ujar Luki.

Jika keempat orang tersebut terbukti bersalah dan resmu tersangka, nantinya mereka terancam hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

"Hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Tapi kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka ancaman pidananya lebih dari 5 tahun. Oleh karena itu akan kami akan dalami terus untuk mencari tahu siapa aktor intelektualnya. Nanti kami putuskan," katanya. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini