Pemain Persebaya U-16 Menjalani Ibadah Puasa Selama 18 Jam

07 May 2019 11:28 Liga Indonesia

Pemain Persebaya junior Brylian Dwiki Aldama saat ini sedang berada di Inggris untuk menjalani program dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yakni "Garuda Select". Meski berada di negara Ratu Elizabeth, Brylian tetap menjalani kewajiban beribadah puasa. Ia harus menahan lapar dan dahaga cukup lama, yakni selama 18 jam.

Selama 18 jam berpuasa di Inggris, Brylian mengaku tetap senang menjalaninya. Karena ini adalah kewajiban bagi seorang muslim. 

"Ini kewajiban yang harus dijalani. Meski waktunya berbeda sama di Indonesia, tapi gimana lagi, saya harus jalani saja paling kalau di sini ada kegiatan tidak kerasa puasanya," kata Brylian kepada ngopibareng.id, Selasa 7 Mei 2019.

Brylian tengah berada di Kota Brimingham, Inggris bersama 24 pemain lainnya asal Indonesia sejak pertengahan Januari lalu.

Selama di sana, Brylian dkk digembleng untuk berlatih dan bertanding, dan tidak hanya di satu kota saja tapi hampir keliling Inggris.

Hanya saja saat bertanding, Brylian mengaku tidak menjalani puasa. Sebab akan mempengaruhi performanya di lapangan. Untuk itu selama tidak ada pertandingan ia tidak mau meninggalkan kewajiban berpuasa tersebut.

"Ini adalah pengalaman baru saya di Inggris, momen puasa. Tapi saat tanding saya tidak puasa," ujar pemain jebolan kompetisi Elite Pro U-16 Persebaya ini.

Kabarnya, tanggal 16 Mei mendatang, Brylian akan tiba di Surabaya. Ia juga diproyeksikan akan masuk ke skuat Bajul Ijo seniro untuk kompetisi Liga 1.

"Kemungkinan tanggal 16 sudah tiba di Surabaya, dan kalau masuk pemain senior doakan saja, semoga bisa," ucap dia.

Seperti diketahui, sebanyak 24 pemain sepak bola berusia di bawah usia 16 tahun, yang sebagian besar merupakan pemain Timnas U-16, dikirim untuk berlatih dan berkompetisi di Inggris dalam program bernama "Garuda Select".

Program ini digagas PSSI dan mitra komersialnya SuperSoccer TV, demi meningkatkan kemampuan teknis dan non-teknis. (hrs)

Penulis : Haris Dwi
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini