Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman, Ini pun Hikmah Idul Fitri

16 Jun 2018 11:46 Ramadhan Bersarung Mangga

“Untuk menjaga toleransi kesadaran bersama sebagai satu bangsa yang sungguh amat kaya raya, baik dari hasil bumi, terlebih lagi kaya raya dalam keragaman hidup bermasyarakat," kata Romo Herman.

Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah mengungkapkan, masyarakat Indonesia memiliki modal rohani, sosial dan budaya yang bagus. Meskipun berbeda ras dan agama namun kita masih bisa merawat persatuan kita agar tidak muncul keretakan.

“Jika kerukunan yang ada di tempat ini dapat terus disebarkan, maka kerukunan akan terus terawat di negeri ini,” kata Haedar, dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Sabtu (16/6/2018).

Haedar menambahkan, Muhammadiyah hingga saat ini terus menggelorakan Indonesia berkemajuan. “Karena jujur, dengan modal rohani yang moderat dan utuh, kita wajib maju, dan tidak boleh tertinggal, jika kita tertinggal, maka kita akan menjadi bangsa yang menjadi sumber masalah,” tutur Haedar.

Selepas mengisi khutbah idul fitri di Lapangan Ganjuran, Desa Sumber Mulyo, Bantul, Haedar Nashir turut menghadiri silaturahim dengan Kepala Desa, Koramil, Kapolsek, tokoh agama, pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sumber Mulyo, serta masyarakat sekitar Desa Sumber Mulyo pada Jumat (15/6) di Aula Kantor Desa Sumber Mulyo.

Dalam kesempatan itu Haedar turut mengapresiasi atas kerukunan antar warga di Desa Sumber Mulyo yang telah terjalin selama ini. Sekadar diketahui, di tengah-tengah masyarakat muslim di Desa Sumber Mulyo, di wilayah ini terdapat gereja besar yakni gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) atau dikenal dengan nama Gereja Ganjuran. Gereja Katholik Ganjuran, merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia yang telah didirikan sejak tahun 1924.

“Perlu diapresiasi kerukunan yang terjadi di desa ini, kehidupan antar umat beragama terjalin dengan baik sejak lama,” ucap Haedar. Hal ini, lanjut Haedar, harus ditularkan di banyak tempat di Indonesia.

Di tempat terpisah, Pastor Gereja Ganjuran, Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro mengaku banyak belajar dari Muhammadiyah dalam membangun persaudaraan antar umat beragama.

“Kita ketahui bersama bahwa Muhammadiyah telah menjadi salah satu pejuang untuk membangun toleransi di negara kita,” ujar Romo Herman.

Romo Herman mengungkapkan, mayoritas di Indonesia ini adalah umat yang bertoleransi, sehingga jika terjadi kesalahpahaman antar umat beragama sangat dapat dimaklumi.

Dalam kesempatan itu Romo Herman mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga dan merawat toleransi.

“Kita perlu menjaga kehidupan bersama yang toleran, salah satu yang dibangun untuk menjaga toleransi kesadaran bersama sebagai satu bangsa yang sungguh amat kaya raya, baik dari hasil bumi, terlebih lagi kaya raya dalam keragaman hidup bermasyarakat.

"Ada banyak aneka ragam suku, agama, yang sungguh semuanya jika dirangkai akan menjadi pelangi yang sungguh indah, sebuah taman bunga yang warna-warni yang sungguh indah, perbedaan yang ada bukan untuk menentang. Namun menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merekatkan kebersamaan dalam perbedaan itu,” pungkas Romo Herman. (adi)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini