Menyibak Potensi Memikat Gunung Botak di Kabupaten Mansel

07 Dec 2018 10:55 Timur Indonesia

Gerak cepat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVII Manokwari menangani longsor tebing di Tanah Rubuh Km50 (ruas Maruni-Oransbari) dan longsor badan jalan di Gunung Membab Km96+900 (ruas Oransbari-Ransiki) menuju ibukota Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), ditarget tuntas akhir tahun ini.

Sebab, satu spot wisata alam menarik di Gunung Botak, sekali lagi siap memanjakan wisatawan setelah panorama lautan di turunan Acemo di Tanah Rubuh.

Dengan jarak tempuh relatif pendek, sekitar 3,5 jam dari Kabupaten Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mansel bisa mengembangkan potensi di Gunung Botak dalam paket perjalanan wisata.

“Dibandingkan pemandangan di turunan Acemo, potensi di sana (Gunung Botak) malah lebih bagus kalau Pemkab Mansel mau mengembangkan. Pemandangan sepanjang tepi pantai samudera Pasifik bisa disaksikan dari ketinggian,” terang Paimin ST, PPK 1.01 PJN Wilayah I Manokwari beberapa waktu lalu.

Gerak cepat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional BPJN XVII Manokwari menangani longsor tebing di Tanah Rubuh Km50 ruas MaruniOransbari dan longsor badan jalan di Gunung Membab Km96900 ruas OransbariRansiki menuju ibukota Kabupaten Manokwari Selatan Mansel  Foto Endrangopubarengid
Gerak cepat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVII Manokwari menangani longsor tebing di Tanah Rubuh Km50 (ruas Maruni-Oransbari) dan longsor badan jalan di Gunung Membab Km96+900 (ruas Oransbari-Ransiki) menuju ibukota Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), (Foto: Endra/ngopubareng.id)

Potensi ini ditunjang kondisi jalan yang relatif stabil sejak dari Manokwari setelah satu paket penanganan di ruas Ransiki-Mameh selesai Oktober 2018.

“Dari balai kami memang dipercaya menangani ruas jalan. Mulai dari Jalan Distrik Esau Sesa di Km 6+900 tepat di pertigaan Bandara Rendani sampai dengan Mameh di pertigaan Logpon Km175+600. Panjangnya 168,7 Km. Tahun 2018, di ruas tersebut ada penanganan empat paket kontraktual yang semuanya sudah selesai, termasuk untuk rehabilitasi jembatan di ruas Maruni-Oransbari,” beber pria kelahiran Klaten tersebut.

 

Papan pengumuman informasi jalan Foto Endrangopibarengid
Papan pengumuman informasi jalan. (Foto: Endra/ngopibareng.id)

Sedangkan dua paket yang masih berjalan di Tanah Rubuh dan Gunung Membab saat ini, memang baru dikerjakan mulai pertengahan Oktober. Itu dilakukan setelah dana perbaikan turun dengan target 31 Desember 2018 sudah selesai.

Karena itu, dalam peta potensi dan pusat transportasi darat/laut pada ruas jalan Trans Papua Barat yang dikeluarkan BPJN XVII Manokwari, satu potensi di Segmen II dari Kabupaten Mansel yang dimunculkan kawasan wisata Gunung Botak.

Hanya saja, kondisi alam Papua yang cukup ekstrim membuat beberapa spot di area Gunung Botak rusak atau belum diaspal. “Semisal di titik 86 M Gunung Botak terdapat longsoran seperti di Membab. Kemarin kita timbun rupanya longsor lagi. Terus di Km 173-an, ada penambahan lebar box culvert juga masih belum mengingat dana yang tidak cukup,” terang Paimin ketika dikonfirmasi progres terakhir kondisi ruas jalan di wilayahnya.

 

Dalam pelaksanaan pembangunan Segmen II Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua yang sudah tembus akhir Desember 2017, dari total panjang 475,81 Km, kondisi jalan sudah beraspal mencapai 148,05 Km dengan dominasi lebar 6 meter. Di beberapa spot memang masih ada yang lebar 4,5 meter hingga 5,5 meter. Namun panjangnya hanya sekitar 18,7 Km. Kondisi itu semuanya ada di sepanjang ruas yang dalam penanganan pengawasan PPK 1.01 PJN Wilayah I Manokwari. Dengan kelebihan ini, peluang Pemkab Mansel untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor wisata sangat terbuka luas. (gem)

Reporter/Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini