Mahasiswa PENS, sedang mengajarkan permaian dakon pada anak-anak yang tinggal di Jalan Kedung Asem gang 10. (Foto: istimewa)

Menunggu Waktu Berbuka, Mahasiswa PENS Ajak Lakukan Permainan

Serba-serbi 07 May 2019 18:00 WIB

Permainan tradisional seperti bola bekel, lompat tali, gasing hingga egrang bambu saat ini sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak jaman now. Mereka lebih asyik dengan game di gadget.

Namun, pemandangan berbeda terlihat di Jalan Kedung Asem Gang 10. Puluhan anak-anak sedang berkumpul memainkan permainan tradisional tersebut dalam kegiatan 'Marhaban yaa Dolanan'.

Kegiatan ini diinisiasi oleh sekumpulan mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Selasa, 7 Mei 2019.

Venda Kusuma Apsari selaku ketua kelompok mengatakan, acara yang bertema wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak dan mengisi kegiatan saat puasa sambil menunggu waktu berbuka.

"Di era milenial seperti sekarang eksistensi permainan tradisional perlahan mulai bergeser dan digantikan oleh gadget. Bahkan generasi milenial saat ini lebih senang bermain gadget daripada beraktivitas di luar rumah," ujar Venda saat ditemui di lokasi kegiatan.

Tak hanya memperkenalkan permainan, Venda dan kawan-kawannya juga menyisipkan materi terkait wawasan kebangsaan tentang permainan tradisional.

Disini kami menjelaskan bahwa setiap daerah punya permainan sendiri, papar Venda dan juga memiliki nama permainan yang berbeda-beda. Jadi anak-anak tidak hanya permain tapi juga mendapatkan ilmu.

Suasana permainan cukil di Jalan Kedung Asem gang 10 Foto istimewa  Suasana permainan cukil di Jalan Kedung Asem gang 10. (Foto: istimewa)

"Semoga dengan adanya kegiatan ini anak-anak bisa melestarikan permainan tradisional. Serta bisa lebih berinteraksi dengan temannya karena permainan ini bisa dimainkan oleh banyak orang, selain itu juga untuk mengisi waktu sambil menunggu buka dengan bermain bersama teman," jelas Venda.

Salah satu anak yang mengikuti kegiatan ini, Amelia Salsabila Khairunnisa menggungkap bahwa permainan tradional lebih menyenangkan daripada gadget. Ia bahkan mengatakan dengan permainan ini dirinya bisa bermain bersama teman-temannya.

"Tadi mencoba main bekel sama dakon, ternyata lebih seru daripada harus bermain sambil menatap gadget terus. Apalagi tadi mainnya bareng-bareng sama teman jadi lebih seru," kata anak kelas 5 SD tersebut.

 

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan tugas dari mata kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan yang didapat Venda dan kawan-kawan. Venda pun tak sendiri dalam kegiatan ini, pihaknya juga bekerja sama dengan komunitas Kampoeng Dolanan. (pts) 

Penulis : Pita Sari

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 May 2020 19:15 WIB

Temperature Detector Shield, Deteksi Suhu Tubuh Pakai Face Shield

Feature

Alat deteksi suhu tubuh menggunakan face shield karya mahasiswa PENS

19 Oct 2019 23:29 WIB

Kampung Dolanan Kediri, Ajak Anak Main Permainan Tradisional

Jawa Timur

Kampung Dolanan, ajak anak bermain ketangkasan Tradisional

21 Jul 2019 20:16 WIB

Unesa, Menanamkan Nilai dan Cinta Budaya

Pendidikan

Dengan permainan tradisional Unesa mengajak mengingat nilai budaya yang mulai terlupakan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...