Filipina Akan Batasi Impor Minyak Sawit, Ini Rencana Indonesia

07 Feb 2019 21:40 Surabaya

Keputusan pemerintah Filipina untuk membatasi impor minyak kelapa sawit dari Indonesia cukup mengkhawatirkan perindustrian Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai keputusan ini tidak adil.
Karena itu, pihaknya akan mengadakan pembicaraan dengan Filipina dalam waktu dekat.

"Tentu kita akan bicarakan dengan Filipina, karena hal-hal seperti ini unfair trade practice," ujar Airlangga saat menghadiri Seminar Nasional Pengembangan UMKM dan Workshop Menembus Pasar Digital di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis, 7 Februari 2019.

Airlangga juga menambahkan, Kementerian Perindustrian tidak akan tinggal diam mengenai hal ini. Selain menggelar pertemuan dengan pemerintahan Filipina, pihaknya juga berupaya mencari cara lain untuk menyelesaikan persoalan ini.

"Tentunya kita akan bahas sampai ada jalan keluarnya," katanya.

Pada tahun 2018 pertumbuhan komoditas minyak kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini berimbas pada komoditas makanan dan minuman lainnya. 

"Memang pada kuartal empat terjadi penurunan produksi minyak kelapa sawit. Karena harga komoditas turun maka harga sawit juga turun. Padahal pertumbuhan makan dan minuman selalu double digit," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Filipina Manny Pinol menyatakan ingin membatasi jumlah minyak kelapa sawit yang masuk ke negaranya. 

Pemerintah Filipina tak ingin minyak kelapa sawit Indonesia membanjiri pasar lokal.

Selain itu, Manny juga berencana menerapkan bea masuk tindak pengamanan (BMTP) terhadap impor kopi instan hingga pembatasan impor minyak kelapa sawit Indonesia. (pts)

Reporter/Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini