Menteri ESDM Resmikan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga di Sidoarjo

01 Mar 2019 21:36 Jawa Timur

Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan infrastruktur energi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Infrastruktur energi yang diresmikan terdiri dari jaringan gas bumi untuk rumah tangga, penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS), dan sumur bor air bersih.

Pada kesempatan ini Menteri ESDM juga menyerahkan konverter kit (konkit) BBM ke LPG untuk nelayan di Kabupaten Sidoarjo.

Acara peresmian dipusatkan di Masjid Al Hikmah Perum Tas 2, Desa Kalisampurno, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat, 1 Maret 2019.

Hadir dalam acara ini, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Mas'ud Khamid, jajaran Kementerian ESDM dan warga sekitar Desa Kalisampurno.

Data Kementerian ESDM, ada sekitar 7.093 sambungan rumah (SR) jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di Kabupaten Sidoarjo yang diresmikan.

Jargas Sidoarjo dibangun dengan menggunakan dana APBN tahun 2018, pasokan gas berasal dari Lapindo Brantas Ltd sebesar 0,4 mmscfd. Jargas dibangun di 7 desa yaitu Desa Banjar Panji, Banjar Asri, Penatarsewu, Sentul, Kalisampurno, Kedensari dan Boro.

"Program jargas di tahun 2020 nanti masih ada, silakan dari Sidoarjo ini untuk diajukan, 30.000 SR misalnya silakan diajukan," ujar Menteri Jonan dikutip rilis yang diterima redaksi ngopibareng.id.

Menurutnya, pemerintah memanfaatkan dana APBN untuk pembangunan jargas bagi rumah sederhana, rusun sederhana dan daerah-daerah yang telah tersedia pasokan gasnya.

Ini merupakan kali kelima jargas dibangun di Kabupaten Sidoarjo. Jargas pertama kali dibangun tahun 2010 sebanyak 4.061 SR. Selanjutnya 2.457 tahun 2011, tahun 2012 sebanyak 2.230 SR, tahun 2014 sebanyak 1.702 dan terakhir 2018 mencapai 7.093 SR. Total jargas yang dibangun di Kabupaten Sidoarjo sebesar 17.543 SR.

Selain Sidoarjo, untuk Provinsi Jawa Timur, jargas secara bertahap dibangun di Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo. Hingga saat ini, total jargas yang terbangun di Jawa Timur sebanyak 65.961 SR.

Jargas untuk rumah tangga memiliki banyak keunggulan yaitu aman, bersih, hemat serta praktis karena tersedia 24 jam. Penggunaan jaringan gas ini juga akan menekan pengeluaran karena lebih hemat. Ke depan ini pada akhirnya dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Untuk pembangunan jargas Sidoarjo ini, Kementerian ESDM menugaskan kepada PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan pembangunan, pengoperasian serta pengembangan jargas Kabupaten Sidoarjo melalu afiliasinya PT Pertamina Gas dan PT Pertagas Niaga.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Untuk tahun 2019, direncanakan akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi. (wit)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini