Aksi diduga penjarahan bantuan untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). (Foto: Twitter)
Aksi diduga penjarahan bantuan untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). (Foto: Twitter)

Mensos Risma Bantah Penjarahan Truk Logistik, Beda Pendapat BNPB

Ngopibareng.id Warta Bumi 17 January 2021 12:12 WIB

Video diduga penjarahan terhadap bantuan logistik untuk korban gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar) viral di media sosial. Dari video berdurasi 30 detik ini, penulis menarasikan kepada pembaca untuk berhati-hati bagi yang ingin mengirimkan bantuan ke Mamuju, Sulbar. Disebutkan di daerah Majene ada pemberhentian mobil pengirim bantuan.

Dalam video lainnya, tampak beberapa warga yang menaiki truk serta melemparkan sejumlah kotak logistik dari atas truk. Sontak, hal tersebut membuat warga sekitar mengerubungi lokasi truk untuk mengambil kotak tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana membenarkan sempat terjadi penjarahan di sekitar lokasi bencana. Namun, Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini menyampaikan pernyataan yang berbeda dalam menyikapi informasi dugaan aksi penjarahan terhadap bantuan logistik untuk korban gempa.

Menurut Risma dikutip dari Kompas TV, jalur penghubung antara Kota Makassar dan Kabupaten Mamuju sempat terputus kemudian mengakibatkan pengiriman bahan bantuan berupa pangan untuk korban gempa bumo di Mamuju dan Majene memakan waktu hingga sekitar enam jam.

"Jadi begini, ada beberapa video yang beredar bahwa seolah-olah itu penjarahan. Tapi kejadian sebetulnya bukan begitu. Memang karena kemarin (jalur penghubung) Makassar dengan Mamuju itu terputus karena ada longsoran. Mungkin sekarang baru dikerjakan," kata Risma.

"Sehingga bahan kebutuhan pangan kita itu harus muter, kurang-lebih enam jam. Jadi baru tadi pagi sampai, karena mestinya sembilan jam. Tapi ditambah muter lagi enam jam baru sampai. Kita baru bisa membagi. Mungkin mereka juga kelaparan kondisinya," imbuh politikus PDIP itu.

Risma menegaskan kembali bahwa informasi yang diketahui dari sebuah video viral berdurasi 30 detik di media sosial itu bukan penjarahan. "Situasi pascabencana harus dibaca, karena toko dan pasar di Mamuju tidak beroperasi saat ini," sambung dia.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Mar 2021 07:36 WIB

Posko di Tingkat Desa Efektif Memperkuat PPKM Mikro

Nasional

Pos komando (Posko) tingkat desa dan kelurahan memperkuat PPKM.

09 Mar 2021 07:21 WIB

Kunjungan Koordinator Staf Khusus Presiden Ke BPCB Jatim

Nasional

Menguatkan literasi masa lalu sebagai fondasi masa depan.

09 Mar 2021 07:05 WIB

Konflik Internal Partai Politik, Empat Faktor Penyebab

As’ad Said Ali

Figur publik dan kharisma sebagai taruhan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...