Menristekdikti, Bambang Brodjonegoro (tengah) didampingi Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih (kiri) saat melihat proses pembuatan cangkang kapsul rumput laut di Unair Kampus C, Surabaya, Minggu 10 November 2019.
Menristekdikti, Bambang Brodjonegoro (tengah) didampingi Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih (kiri) saat melihat proses pembuatan cangkang kapsul rumput laut di Unair Kampus C, Surabaya, Minggu 10 November 2019.

Menristekdikti Dorong Optimalisasi Hasil Inovasi Perguruan Tinggi

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 11 November 2019 05:00 WIB

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia, Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mendorong optimalisasi stem cell dan industri cangkang kapsul rumput laut di Indonesia.

Hal itu disampaikan menteri yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional itu ketika melakukan kunjungan di Universitas Airlangga kampus C, Jalan Mulyorejo, Surabaya, Minggu 10 November 2019. Dalam kunjungan itu, ia menyempatkan melihat stem cell dan industri cangkang kapsul rumput laut di kampus tersebut.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan, bahwa inovasi harus dilakukan oleh perguruan tinggi agar dapat menutupi kekurangan dari bangsa ini. Sehingga, ke depan Indonesia sudah tidak perlu lagi mengeluarkan dana besar untuk melakukan impor, khususnya untuk inovasi yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.

"Seperti produk stem cell yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit ini. Produk atau temuan-temuan yang semacam ini harus lebih banyak dilahirkan oleh para ilmuan di perguruan tinggi," kata Bambang.

Inovasi stem cell, lanjut Bambang, menjadi alternatif pengobatan baru bagi masyarakat, agar tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan besar ke luar negeri.

"Hal itu, dengan adanya temuan yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Tentu tujuannya agar kualitas hidup masyarakat Indonesia semakin baik lagi. Dan ke depan, kami dalam hal ini pihak pemerintah dan kementerian akan mengoptimalkan dan fokus untuk mendukung pengembangan riset unggulan yang dimiliki oleh perguruan tinggi," ujar mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional itu.

Ia pun berharap, agar inovasi yang diciptakan ini agar segera dipasarkan di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyambut baik instruksi Menristek yang meminta agar segera dipasarkan secara luas.

"Dengan dukungan semua pihak, syukur alhamdulillah, dalam waktu dekat ini, insya Allah, izin edar stem cell siap keluar. Dengan demikian, hasil produk unggulan Unair ini bisa dimanfaatkan untuk semua masyarakat secara luas," ungkapnya.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Jan 2021 09:25 WIB

Pasar Kerja Perawat, Aplikasi Pencari Kerja Buatan Unair

Pendidikan

Aplikasi pencari kerja untuk perawat.

24 Jan 2021 16:55 WIB

Testing Kasus Covid-19 Rendah, Pemerintah Bikin Kesal Pakar Unair

Kesehatan

Masih terjadi penambahan kasus yang tinggi.

24 Jan 2021 14:59 WIB

Pakar Sebut Antam Tak Bisa Tanggung Jawab Pidana Pegawainya

Hukum

Pakar sebut itu merupakan aksi yang dilakukan oknum diluar kewenangan Antam

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...