MenPPA Minta Risma Ajari Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

09 Dec 2019 13:12 Nasional

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmawanti, bertemu dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin 9 Desember 2019 di rumah dinas Wali Kota Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Bintang minta diajari cara memberdayakan ekonomi perempuan Indonesia.

"Mohon ijin Bu Risma, saya ini baru beberapa bulan menjadi menteri di periode kedua Presiden Joko Widodo, sesuai arahan presiden, kami di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) diminta untuk bisa memberdayakan ibu-ibu Indonesia. Khususnya dalam bidang ekonomi. Maka dari itu, kami mohon untuk bisa diajari oleh Bu Risma," kata Bintang.

Menurut Bintang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dianggap sukses melakukan pemberdayaan kepada perempuan. Menurutnya, ibu-ibu di Surabaya, bisa berdikari secara ekonomi.

"Bagaimana di Surabaya itu, industri rumahan yang digawangi ibu-ibu itu sangat maju dan bagus. Itu kenapa, kami dari KemenPPA ingin belajar ke Surabaya," katanya.

Dengan track record tersebut, Bintang berharap Risma dan Surabaya bisa menjadi pilot project bagi KemenPPA untuk memberdayakan 5,9 juta keluarga pra-sejahtera di Indonesia. Sehingga, visi-misi presiden untuk mengurangi angka pengangguran, dan menurunkan garis kemiskinan bisa terlaksana secepat mungkin.

"Ini tugas berat dari Pak Presiden. Maka dari itu, kami meminta Bu Risma untuk bisa membantu kami di KemenPPA, mungkin dengan kerjasama atau seperti apa begitu. Sehingga visi-misi presiden bisa segera terlaksana," katanya.

Bintang beralasan, sejauh ini konsep dan program pemberdayaan yang dilakukan oleh KemenPPA untuk memberdayakan ekonomi wanita Indonesia, belum sepenuhnya berhasil. Apalagi, sudah banyak dana yang dikeluarkan oleh KemenPPA untuk hal tersebut, namun hasilnya dibawah target.

"Kami itu sudah ada program sebelum-sebelumnya. Kami beri mereka modal, beri pelatihan, beri pendapingan, namun tidak bisa jadi, selalu gagal. Seperti tidak mau menjadi pengusaha. Padahal, kami ini ingin berdayakan orang Indonesia. Mohon dibantu ya Bu Risma," katanya.