Tenaga kesehatan akan diutamakan untuk mendapatkan vaksin Covid-19. (Fa-Vidhi/Ngopibareng.id)
Tenaga kesehatan akan diutamakan untuk mendapatkan vaksin Covid-19. (Fa-Vidhi/Ngopibareng.id)

Menkes Terawan Sebut Vaksinasi Covid Berasal dari Tiga Jalur

Ngopibareng.id Reportase 16 October 2020 09:55 WIB

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan jika pemerintah Indonesia berupaya memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 dari tiga jalur berbeda. Yaitu jalur pembelian vaksin dari China dan Inggris, pasokan dari organisasi internasional, dan injeksi dari vaksin buatan Indonesia, Merah Putih.

Upaya pertama telah dilakukan oleh lintas kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Mereka berupaya mendapatkan pasokan vaksin dari produsen farmasi Sinovac dan Sinopharm di China serta AstraZeneca di Inggris, dilansir dari keterangan tertulis, Jumat 16 Oktober 2020.

Upaya kedua dilakukan pemerintah dengan menggandeng organisasi internasional seperti Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI), untuk mendapatkan akses vaksin Covid-19.

Uapaya Ketika adalah pengembangan vaksin Merah Putih dengan menggunakan strain virus corona tipe baru yang menular di Indonesia. Vaksin ini diperkirakan siap guna pada 2022. Lantaran vaksin yang datang jumlahnya terbatas, pemerintah akan membuat prioritas bagi kelompok penerima vaksin.

"Sambil menunggu vaksin Merah Putih, kita manfaatkan kerja sama dengan China dan Inggris. Karena vaksin ini perlu dua kali suntik, maka kita perlu atur prioritas pemberian vaksin, kita prioritaskan dahulu pada tenaga kesehatan garda terdepan," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Pemerintah menargetkan pasokan vaksin dari China dan Inggris dapat memenuhi kebutuhan minimal 70 persen penduduk, kolaborasi dengan CEPI dan GAVI bisa menjamin penyediaan vaksin bagi 20 persen penduduk, dan vaksin Merah Putih bisa menutupi vaksin yang belum terpenuhi.

Sebelumnya, pemerintah sudah menyatakan keinginan untuk dapat mengakses sampai 100 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh Oxford University dan AstraZeneca pada 2021. (Ant)

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Oct 2020 07:22 WIB

Lambaian Tangan Pemuka Agama, Humor Ini Memang Menegangkan

Humor Sufi

Dialog antara pastor dan pejabat tinggi

31 Oct 2020 07:01 WIB

Kuasai Ilmu, Wasathiyah Islam Harus Kedepankan Kaum Muda

Khazanah

Menuju Islam yang rahmatan lil 'alamin

31 Oct 2020 06:25 WIB

Seumur Hidup

Dahlan Iskan

Kejagung membuat gebrakan tuntutan seumur hidup untuk kasus pencucian uang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...