Menkes Terawan Agus Putranto saat memberikan keterangan pers usai mengunjungi RS Mitra Keluarga, Depok, Senin, 2 Maret 2020. (Foto: Asmanu Sudharso/Ngopibareng.id)

Menkes: Jangan Berlebihan Hadapi Virus Corona

Nasional 02 March 2020 23:52 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan phobia terhadap virus COVID-19 tidak perlu di besar-besarkan. Selama masih mengikuti pola hidup sehat, virus corona tidak akan mendekat.

"Tapi kalau melakukan hal yang tidak rasional, maka akan terjadi penurunan imunitas, sehingga gampang terserang virus. Yang penting jangan panik tapi tetap waspsda," katanya saat berkunjung ke RS Mitra Keluarga Depok, Senin 2 Maret 2020.

Terawan menyebut datang ke RS Mitra Keluarga ini untuk silaturahmi dengan koleganya, sekaligus meluruskan pemberitaan yang ada. Kalau soal rumah sakit, Terawan yakin pihak rumah sakit sudah tahu standar SOP. "Tidak perlu diajari," katanya.

Menyinggung soal rumah pasien dipasang police line, Terawan menilai itu berlebihan. Karena yang terkena kontak saja belum tentu tertular, contohnya seperti kru kapal Diamond Princes.

"Kami akan melihat hasilnya dalam beberapa hari ke depan. Mudah-mudahan semua negatif, langkah pemerintah tidak main-main dalam menangani corona ini," katanya.

Dalam kasus ini, juga berawal dari kontak dengan warga negara Jepang. Itu masuk pasien dalam pengawasan, artinya tindakannya sama dengan pasien yang positif.

"Dua orang tersebut hasilnya positif, tim survilens segera bergerak, yang mengumumkan juga presiden. Ini artinya negara hadir dalam penanganan corona ini," ujarnya.

Terawan juga menyoroti penggunaan masker yang berlebihan dianggap tidak rasional. "Jika sehat kenapa harus pakai masker. Kalo kamu sakit baru pakai masker. Kita harus rasional,
sesuai prosedur WHO," katanya.

Lanjut Terawan, masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Karena virus bisa sembuh sendiri jika imunitas tubuh bagus. Kata Terawan, kondisi dua pasien saat ini cukup sehat, tapi penanganannya harus disesuaikan dengan prosedur WHO.

"Jangan takut, berfikir rasional saja. Media massa dan wartawan juga diminta dalam menyajikan berita tentang corona jangan didramatisir. Supaya tidak menimbulkan kepanikan. Paramedis, dokter dan perawat, dalam menangani pasien harus sesuai SOP dan jangan takut. Layani dengan baik. Saya yakin kita mampu menangani dengan baik," katanya.

Saat ditanya terkait orang yang pernah kontak dengan pasien, Terawan menyebut cukup dipantau saja.

Virus corona ini, kata Menkes, angka kematiannya lebih rendah dari difteri. Cukup diawasi, jika ada tanda-tanda segera laporkan ke rumah sakit.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Sep 2020 07:37 WIB

Calon Tunggal Berpotensi Munculkan Praktik Mahar Politik

Nasional

Melalui mahar politik, mereka mampu "memborong" dukungan.

25 Sep 2020 07:09 WIB

Asah 'Sense of Crisis', Alissa: KPU Koordinasi Ahli Epidemiologi

Nasional

Sayangkan keputusan Pemerintah dan DPRD soal Pilkada Serentak

25 Sep 2020 06:45 WIB

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Angkat Abrahamic Faiths Initiative

Khazanah

Penjelasan Forum Inisiatif Agama-Agama Ibrahim

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...