Anak Penderita Gizi Buruk karena Bapak Lebih Mementingkan Rokok

14 Feb 2019 13:27 ngopiHealth

Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek menyerukan kepada ibu-ibu yang memiliki anak di bawah usia lima tahun (balita), supaya rajin membawa anaknya ke Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (posyandu), supaya perkembangan dan kesehatan anaknya bisa dikontrol dengan baik.

"Jangan malu-malu membawa anaknya ke posyandu, ini persoalan kesehatan yang menjadi tanggungjawab bersama antara masyarakat dan pemerintah, " kata Menkes kepada wartawan di Jakarta, Kamis 14 Februari 2019.

Menurut Menkes, pemerintah sudah memfasilitasi, sekarang tinggal kesadaran masysrakat. Kata dia, membawa anak ke posyandu secara rutin, manfaatnya cukup besar. Karena pertumbuhan dan kesehatan anak bisa dideteksi sejak dini. Mulai dari berat badan, apakah sudah sesuai dengan tinggi badan dan umurnya.

Kemudian, imunisasi apa yang sudah dilakukan. Pemberian makan memenuhi unsur empat sehat lima sempurna apa belum."Itu semua akan terekam kalau rajin ke posyandu atau ke balai pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas maupun di rumah sakit terdekat. 

"Gizi buruk, rata-rata dialami oleh anak anak yang tidak pernah dibawa ke Pasyandu atau balai pelayanan kesehatan ibu dan anak," kata Menkes.

Orang tua yang tidak peduli dengan kesehatan anaknya, biasanya baru kelabakan setelah anaknya menderita gizi buruk dan terserang penyakit. Asal tahu biaya untuk mencegah supaya tidak sakit jauh lebih murah daripada biaya untuk mengobati.

Menteri tidak percaya biaya yang sering dijadikan alasan. Ia membandingkan uang yang dibelanjakan untuk membeli pulsa dan rokok, jumlahnya lebih besar dibanding untuk biaya tambahan gizi anaknya.

"Masak setiap hari bisa membeli rokok dan pulsa, sedang untuk kontrol kesehatan anaknya tidak bisa," kata Menkes.

Mau alasan apa lagi, ada BPJS, bagi yang kurang mampu adan program Kartu Indonesia Sehat. Manfaatkan itu demi kesehatan dan masa depan anak. Orang tua jangan egois, jangan mementingkan dirinya sendiri, perhatikan anaknya, pesan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (asm).

Reporter/Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini